Realitas Kepedulian AIDS Sekarang Ini

0
104

Seperti yang kita ketahui 1 Desember 2010 merupakan hari AIDS sedunia, berbagai cara telah dilakukan untuk menunjukkan aksi kepedulian ataupun mensosialisasikan pencegahan virus mulai dari bagi-bagi bunga, stiker di tempat umum, melalui tari-tarian yang menceritakan penyebab tertularnya (melalui kesenian) sampai dengan pembagian alat kontrasepsi (kondom). Mungkin yang perlu lebih diperhatikan mengapa pembagian alat kontrasepsi lebih dipershilakan dibandingkan dengan sosialisasi bertatap muka secara langsung antara penyuluh dengan masyarakat umum. Yang menjadi kegalauan saya adalah bila alat kontrasepsi tersebut disalahgunakan oleh orang-orang yang belum menikah alias lajang maka ini menjurus kepada free sex yang juga merupakan kerusakan moralitas yang sudah terjadi cukup lama.

Penyebaran AIDS di dunia menurut PBB saat ini setidaknya ada 33,3 juta orang mengidap virus HIV (Republika 1/12/10) dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) masih ada maka 1 Desember tidak hanya acara seremonial belaka yang diselenggarakan satu tahun sekali tetapi seharusnya ini merupakan kesempatan untuk masyarakat yang masih awam dengan virus ini agar lebih faham dan mendapatkan sosialisasi mengenai virus ini sehingga semua pihak dapatĀ  melakukan pencegahan dan membuktikan bahwa kita peduli bukan diskriminasi.

Suatu virus yang tak dapat dijinakkan namun dapat dicegah ini tingkat penyebaran tertingginya masih pada benua Afrika diikuti dengan negara-negara berkembang lainnya termasuk Indonesia lalu negara maju.

Hari AIDS sedunia di Indonesia tidak dijadikan sebagai hari libur nasional entah karena apa alasannya, hal ini dapat dilihat dari banyak institusi pendidikan termasuk banyak perguruan tinggi yang masih tidak meliburkan murid ataupun mahasiswa.

Yang sangat dibutuhkan yakni sosialisasi yang sangat besar dari berbagai kalangan masyarakat, pemerintah dan organisasi dunia. Pun kefahaman masyarakat terhadap virus ini dan Iman yang kuat agar tak terjerumus, tertular virus mematikan ini sangat diperlukan setiap individunya karena dampak penyebaran virus ini begitu besar dan mematikan.

Antara memperhatikan atau tidak ODHA ada disekitar kita namun tidak banyak yang mengetahuinya karena orang yang terkena HIV pun tidak sadar bahwa dirinya telah terinfeksi. Bila ada orang yang mendiskriminasi ini merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) karena setiap manusia bukankah memiliki hak untuk hidup begitu juga hak untuk berbaur dengan masyarakat luas.

Oleh : M N Asrori S

Mahasiswa ilmu komunikasi semester 5 FKI UMS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here