Hilangkan Budaya Molor, Mahasiswa Ciptakan Timer Listrik

0
275

2013-04-11 15.33.21Reporter: Taufik_Mg

UMS, Pabelan-online.com Mahasiswa Teknik Elektro berhasil menciptakan Timer Listrik guna menghilangkan budaya molor dikalangan dosen dan mahasiswa. Cara kerja alat ini simple, ketika perkuliahan selesai listrik akan padam dengan sendirinya.

Alat ini diciptakan oleh 15 mahasiswa yang tergabung dalam tim produksi teknik elektro UMS. Produk ini mulai dipasang diwilayah kampus sekitar bulan Februari lalu. “Sekitar dua bulan yang lalu,” terang Danang salah seorang anggota tim pembuatan Timer Listrik, Rabu (3-4-2013).

Alat ini berbebentuk kotak berwarna hitam dengan layar penunjuk waktu disertai tiga tombol pengatur. Cara kerja alat ini sangat simple ketika masa perkuliahan selesai maka listrik akan padam. “Alat ini dibuat karena terkadang  terjadi korupsi waktu dikalangan dosen,” ujar Danang.

Kendala tersulit dari pembuatan ini adalah stock komponen elektronik di pasaran. Ia menjelaskan, untuk membuat alat seperti ini memang dibutuhkan ketelatenan. Kendala sulit lain adalah instalasi. “kondisi kelistrikan di setiap fakultas berbeda,” tambah Danang.

Produk ini sudah terpasang di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dan Fakultas Kedokteran (FK). Belum semua fakultas terpasang, namun kedepannya semua fakultas akan dipasangi alat ini. “Ini proyeknya rektorat, ya mestinya sumber dana dari rektorat,” jelas Danang.

Mahasiswa yang aktif di Go Open Source (GOS) ini mengatakan 90 unit timer sudah terpasang di beberapa titik kampus. Tim Produksi, sampai saat ini masih melakukan produksi timer. Disinggung mengenai apakah alat ini dikomersilkan, Danang mengaku bahwa dalam hal ini tim produksi belum siap untuk mengkomersilkannya. “Kami fokus di kampus dulu saja,” paparnya.

Menanggapi, Dharu Rendro, seorang mahasiswa teknik mengatakan jika hal ini adalah langkah tepat untuk memupuk keahlian produksi mahasiswa. “itu sangat saya dukung, karena itu bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa dalam bekerja,” ujarnya, Rabu.

Editor: RPS