Fakta Dibalik Tes TOEP UMS

0
989

Pabelan Online-UMS Sebagai lembaga yang diberi kewenangan menangani pengembanagan bahasa mahasiswa UMS, Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa (LPIDB) melakukan tes TOEP untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Seiring berjalannya waktu banyak problematika yang timbul dalam pelaksanaan tes TOEP.

Sekbid LPIDB, Syakuri menceritakan pengalamannya ketika ditunjuk menjadi pengawas tes TOEP. Tidak sedikit dari mahasiswa peserta tes yang melakukan berbagai kecurangan agar dapat lulus dengan nilai baik. “Saya pernah menemukan kunci jawaban milik peserta yang tertinggal sesudah tes”, tuturnya Jum’at (20/2)

Aksi kecurangan lain yang dilakukan peserta tes TOEP sendiri beragam. Ada peserta yang meminta ganti kertas ujian dengan yang baru, namun tidak berkenan memberikan kertas ujiannya yang telah dijawab. Kemudian tidak jarang pengawas menemukan sobekan kertas dari buku panduan tes TOEP yang dibagikan kepada mahasiswa UMS.

“Kecurangan memang sangat rawan terjadi”, tambahnya.

Menanggapi hal ini, Ketua LPIDB M Thoyibi memberikan penjelasan mengenai mekanisme keamanan tes TOEP.”Ada beberapa langkah yang kami ambil untuk meminimalisir kecurangan”, ungkapnya.

Pertama, soal bersifat rahasia  hanya orang tertentu yang dapat mengaksesnya. Kedua, tes bersifat objektif dan tidak memihak. Ketiga, setting ruangan dibuat untuk meminimalisir adanya kecurangan. Keempat, batas dari jumlah tempat duduk adalah 30.

Lanjutnya kelima, soal dan jawaban tes ditarik kembali setelah tes berakhir. Keenam, peserta tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan tes sebelum waktu tes berakhir. Ketujuh, kertas jawaban dikoreksi oleh orang-orang khusus yang memiliki integritas tinggi.

Dengan melakukan pengamanan seperti ini, Thoyibi berharap tingkat kecurangan yang mungkin timbul akan menurun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here