Indonesia Berisiko Tinggi Tertimpa Sampah Antariksa

0
168

UMS, Pabelan-Online.com Indonesia merupakan negara yang berisiko tinggi tertimpa sampah antariksa yang dapat dilihat dari banyak peristiwa sebagai bukti pernyataan tersebut. Maka gerakan mendorong pengakuan hak-hak negara korban sampah antariksa perlu diterapkan di Indonesia.

Menurut Presiden Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), Chatief Kunjaya yang dilansir dari Harian Kompas edisi Kamis (29/9/2016), bahwa di atas khatulistiwa merupakan tempat satelit geostasioner, geosynchornus, dan ekuatorial berada. Bukan hanya itu, satelit polar pun dalam setiap lintasannya melewati khatulistiwa, sementara Indonesia memiliki wilayah yang berada di garis khatulistiwa. Sebagai buktinya, di Provinsi Lampung pernah kejatuhan bagian roket Rusia, lalu di Bengkulu pernah juga kejatuhan pecahan roket Tiongkok, lalu pernah ada benda antariksa jatuh di Jakarta, dan baru-baru ini ada sampah antariksa yang jatuh di daerah Sumenep, Jawa Timur. “Maka dari itu, indonesia sangat berisiko tinggi tertimpa sampah antariksa, karena ada delapan wilayahnya yang berada di garis khatulistiwa.,” tutur Chatief, Selasa (27/9/2016).

Oleh karena kejadian-kejadian tersebut, sudah seharusnya Indonesia menyuarakan haknya atas hukum antariksa Internasional, jangan lagi hukum internasional ditentukan negara maju yang memiliki satelit, sedangkan Indonesia yang jadi korbannya malah diam saja. “Momentum itu harus dimulai dengan penyelidikan asal sampah antariksa yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, selanjutnya korban yang rumahnya rusak harus mengajukan tuntutan hukum  dan negara harus hadir mendukungnya agar negara-negara yang berkuasa atas hukum internasional mengetahuinya,” tambah Chatief.

Penulis : Metanisa Rofi Hamtina

Editor   : Ratih Kartika