Bingkai Malam

0
269

Malam, makin larut makin menawan

Bak ruang sunyi dipenuhi hiasan

Hiasan tak bersuara

Namun bercahaya

 

Malam, mampu menerawang

Ukiran bintang terbentang

Serta sorotan sinar bulan

 

Iba kadang tiba

Ketika angin menyapa

Ketika dedaunan terseret olehnya

Ketika hembusannya melambai raga

Betapa harmonisnya perpaduan nikmat Tuhan

 

Kilau yang kadang sirna

Akibat ulah hujan

Tak menyurutkan keanggunan

Ikut pula memancing seribu angan

Memaknai tiap tetes hujan

 

Redup bukan berarti tanpa cahaya

Sebab sejenak saja ia terhalang

Hujan bukan semata penghalang

Sebab hujan ikut gantikan keanggunannya

 

Malam tak apa dilewatkan

Nikmat-Nya tak patut disiakan

 

Penulis adalah Vivi Furtining Dewi. Mahasiswa PBI.