HomeSerba-serbiOpiniMemberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas Bagian 1

Memberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas Bagian 1

Memberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas Bagian 1

Kehidupan berorganisasi di kampus memang penuh dinamika. Banyaknya problematika membuat semua hal mesti dihadapi bersama senasib sepenanggungan. Permasalahan setiap mahasiswa yang berasal dari beragam latar belakang pun menjadi satu wacana. Terkadang sampai membuat beberapa pihak jera.

Organisasi-organisasi di kampus, entah internal atau ekternal. Atau entah tingkat fakultas maupun universitas pasti memiliki sejarah. Sejarah tersebut tercipta dari kader-kader yang pernah menjadi pengurus dan anggota sebelumnya. Setelahnya, sejarah itu diwariskan kepada generasi selanjutnya ke generasi yang lebih muda.

Dari sekian banyaknya problematika di dunia organisasi kampus, pengurus organisasi lazim bersua dengan polemik bersama alumni atau generasi tua. Biasanya hal ini sering didapati saat berlangsungnya rapat pleno tahunan dan rapat pertanggungjawaban di akhir kepengurusan.

Mereka, alumni maupun generasi tua pasti punya rasa kepedulian terhadap organisasi yang ditinggalkan pasca kepengurusan mereka berakhir. Tapi rasa peduli itu terkadang berwujud menjadi beragam eskpresi. Kadang rasa peduli itu menjadi ajang nostalgia, dan terkadang rasa peduli itu menjadi wadah mereka akan idealisasi terhadap organisasi tempatnya dulu bernaung.

 

Penulis adalah Muhammad Taufik. Mahasiswa Fakultas Psikologi UMS.

Rate This Article

lpmpabelanums@gmail.com

No Comments

Leave A Comment