HomeSerba-serbiOpiniMemberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas 5

Memberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas 5

Memberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas 5

Pramoedya Ananta Toer dalam esai yang berjudul Pokok dan Tunasnya (2000) menuliskan “Generasi tua memegang kata putus dalam segala hal, sedangkan generasi muda mengintip-intip dari jendelanya, menimbang-nimbang dengan takut-takut, juga mengadili dan menghukum dengan diam-diam”

Pram dalam sepotong kutipan itu jelas memperlihatkan empatinya pada generasi muda. Di samping ia paham bahwa generasi tua telah merengkuh segala kesuksesan dan mencetak sejarah. Generasi muda perlu melepaskan bayang-bayang kesuksesan para generasi tua. Cara melepaskan bayang-bayang kesuksesan tersebut jelaslah dengan jalan meraih kesuksesan pula. Dan generasi tua tak perlu menghantu-hantui generasi muda. Dan tak perlu juga iri terhadap kesuksesan juniornya. Pasalnya kesuksesan satu generasi adalah kesuksesan organisasi secara menyeluruh.

Masih dalam Pokok dan Tunasnya, Pram menulis “Setiap generasi muda punya tempatnya, waktu, dan tantangannya sendiri. Setiap generasi punya kecenderungan patriarki atas yang lebih muda, dan yang muda punya hak untuk memberontak”. Beralihnya dari generasi ke generasi pasti akan selalu terjadi kecenderungan untuk mengkritik generasi sesudahnya. Ini bagaikan sebuah sindroma tetap yang melekat pada sebuah dinamika organisasi.

Rate This Article

lpmpabelanums@gmail.com

No Comments

Leave A Comment