Tragedi Mayat Terbungkam Bagian 2

0
137

Sebagaimana yang dituturkan oleh Asep Uceng, tetangga mereka, Antok Lingsur dan Siti Latjuba begitu sering bertengkar. Teriakan dari rumah sebelah, atau bunyi peralatan dapur yang saling berdenting kerap didengarnya. Suatu malam, ketika Asep Uceng berjalan-jalan untuk sekedar membuang bosan, ia menemukan Antok Lingsur berjongkok seperti mencari sesuatu di depan Gudang tua belakang rumahnya sendiri. Gudang itu terletak beberapa meter dari rumahnya, dan cukup kumuh. Asep Uceng terperanjat saat melihatnya, sebab ia lebih mirip seorang pencuri yang mencari tempat sembunyi.

“Sedang apa?”

Demi mendengar suara tersebut, Antok Lingsur tersentak gemetar, padahal Asep Uceng hanya menuturkan kata dengan suara pelan, sama sekali tidak menanamkan niat untuk mengagetkan.

“Kau mengagetkanku Orangtua!”

“Maaf, saya tidak bermaksud demikian.”

Tak lama Antok Lingsur masuk kedalam rumahnya, membanting pintu dengan keras. Asep Uceng menggeleng dengan heran.

Mereka tinggal di sebuah desa terpencil yang, kau tahu aku tidak akan menyebutkannya, karena bagaimanapun kejadiannya, cerita mereka punya hak untuk tidak disebarluaskan. Dan mengenai apa yang kau baca di kolom koran pada dua bulan kemarin tentang Antok Lingsur yang menyelundupkan beratus kilogram ganja, dapat kukatakan bahwa tidak hanya seperti itu kejadiannya. Sebab aku menyelidikinya lebih dari apa yang dilakukan para polisi.

 

Bersambung…

 

Penulis adalah Prasetiyo Leksono Nur Widodo. Mahasiswa Teknik Industri.