Beginilah Pendapat Mereka tentang Moratarium UN

0
67

UMS, Pabelan-Online.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru-baru ini mewacanakan untuk memoratorium Ujian Nasional (UN). Beginilah pendapat beberapa civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenai isu tersebut.

Selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika, Sumardi, mengungkapkan bahwa dirinya setuju dengan rencana Mendikbud untuk memoratorium UN. Hal tersebut karena rencananya UN akan diganti menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan terdapat soal uraian di dalamnya. “Malah bagus itu, ditambah dengan soal-soal uraian. Supaya nanti soal-soalnya berkaitan dengan pengetahuan, ingatan, pemahaman, dan aplikasinya,” ungkapnya, Sabtu (10/11/2016).

Dirinya pun menambahkan, jika UN benar-benar dihapus, maka mutu guru harus ditingkatkan. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil dilihat dari kualitas pengajarnya. Oleh karena itu, guru merupakan tumpuan utama dari pendidikan. “Kalau gurunya nyeleweng ya percuma. Malah tambah bikin repot,” tambah Sumardi.

Sebaliknya, pendapat berbeda datang dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, Agus Wijaya, mengatakan bahwa dirinya tidak setuju jika UN dihapuskan. Salah satu alasannya adalah karena nantinya evaluasi pendidikan akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda). “Jika evaluasi diserahkan kepada Pemda, tentunya akan berbeda antara daerah yang sudah maju dengan daerah yang tertinggal. Karena pemerintah mengharapkan pendidikan merata, jadi kalau seperti itu (UN dihapuskan-red) kan jadi tambah ruwet,”ujarnya, Rabu (07/12/2016).

Selain itu, Agus juga merasa bahwa Mendikbud terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan. “Setiap ganti menteri ganti kebijakan, yang kena imbasnya kan pendidikan. Sejak awal diangkat (Juli-red), belum ada satu pun kebijakan yang diterapkan,” tambah Agus.

Penulis  : Dian Aulia Citra Kusuma

Editor      : Metanisa Rofi Hamtina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here