HomeHeadlineDikenakan Biaya Sewa, HMP PGSD Keluarkan Dana 200 Ribu Rupiah

Dikenakan Biaya Sewa, HMP PGSD Keluarkan Dana 200 Ribu Rupiah

Dikenakan Biaya Sewa, HMP PGSD Keluarkan Dana 200 Ribu Rupiah

UMS, Pabelan-Online.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) keluarkan dana sebesar 200 ribu rupiah untuk biaya sewa taman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahan (FKIP) ke bagian Biro Administrasi Umum (BAU). Pembayaran tersebut disebabkan adanya kebijakan baru BAU berdasarkan Ketentuan Tata Kelola Ruang.

Kepala Bidang 1 HMP PGSD, Hafid Arosyid menjelaskan pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan PGSD Islamic Fair (PIF) pada Rabu (5/4/2017) mendatang. Hafid kemudian mengajukan surat peminjaman tempat melalui Kepala Prodi (Kaprodi) dilanjutkan dengan memasukkan data peminjaman secara online. Kemudian, pihaknya mendapatkan pesan singkat dari administrasi BAU untuk membayar biaya sewa sebesar 600 ribu rupiah kepada Kepala Urusan (Kaur) Pembantu Bendahara BAU. “Kegiatan kita ini cakupan lokal, menarik biaya dari peserta cuma untuk beli perlengkapan seperti piala dan snack,” tuturnya, Rabu (29/3/2017).

Sebagai pihak yang memasukkan data peminjaman tempat secara online, Sekretaris Program Studi (Prodi) PGSD, Ika Candra Sayekti mengungkapkan bahwa pihaknya juga tidak mengetahui kalau peminjaman taman FKIP dikenai biaya. Setelah menerima keluhan dari HMP terkait biaya sewa ia menghubungi Kepala BAU melalui telepon. “Pak Nafi’ (Kepala BAU-red) mengatakan itu by system jadi enggak bisa dihilangkan. Akhirnya, setelah dinego kami dapat harga 200 ribu,” ungkapnya, Sabtu (1/4/2017).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga BAU, Eko Liana, menjelaskan bahwa biaya sewa dikenakan untuk kegiatan yang menarik biaya dari peserta. Selain itu, pihak yang memasukkan data peminjaman tempat secara online juga turut menentukan. “Tergantung yang mengonlinekan, kalau acara tersebut memang menarik biaya dari peserta memang harus ada biaya sewa,” jelasnya, Sabtu (1/4/2017).

Eko menambahkan bahwa perubahan besar biaya yang awalnya 600 ribu rupiah menjadi 200 ribu rupiah karena pihaknya harus berpegang pada Ketenturan Tata Kelola Ruang, di sisi lain pihak yang melapor ke BAU merasa keberatan dengan biaya yang dibebankan. Namun, biaya sewa tetap harus ada karena sudah terdapat dalam sistem. “Terkait besaran biaya yang dikenakan kami tidak mengetahui. Posisi kami tinggal menyetujui peminjaman atau tidak,” tambahnya.

Baca juga:

BAU Pungut Biaya Sewa Gedung

Mahasiswa: Kami Merasa Dirugikan

Semua Keputusan Biaya Sewa Gedung di Tangan WR II

 

Reporter: Pipit Ernawati

Editor: Aisyah Arminia

Rate This Article

lpmpabelanums@gmail.com

No Comments

Leave A Comment