HomeWartaIntra KampusPro dan Kontra Isu Spesialisasi Apoteker

Pro dan Kontra Isu Spesialisasi Apoteker

Pro dan Kontra Isu Spesialisasi Apoteker

UMS, Pabelan-Online.com – Biro Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi adakan kajian Ngobrol Seputar Isu (Ngopi) dengan tema ‘Perlukah Spesialisasi Apoteker di Indonesia’ bertempat di ruang K4D Fakultas Farmasi, Rabu (31/5/2017). Kajian ini bertujuan agar mahasiswa semakin melek isu seputar apoteker di Indonesia.

Selaku pembicara kajian, Arifah Sri Wahyuni mengatakan bahwa latar belakang munculnya isu spesialiasi apoteker di Indonesia adalah semakin berkembangnya teknologi di dunia kesehatan, pasien yang semakin ingin ditangani secara khusus (patient oriented), dan sudah munculnya spesialiasi di profesi keperawatan. “Tingkat pendapatan juga berkorelasi dengan adanya tuntutan spesialiasasi. Dengan naiknya pendapatan, masyarakat juga akan menuntut naiknya fasilitas di bidang kesehatan,” tuturnya, Rabu (31/5/2017).

Arifah juga menyatakan bahwa spesialisasi apoteker di suatu negara dapat terealisasi karena beberapa faktor, yaitu adanya permintaan masyarakat, dukungan pemerintah, dan dukungan organisasi profesi. “Seperti Australia, New Zealand, Romania, United Kingdom, dan Israel sudah menerapkan spesialisasi karena sudah memenuhi sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Salah satu manfaat adanya spesialisasi bagi apoteker yaitu memberi kemudahan karena nantinya apoteker hanya akan menangani satu bidang saja. Namun, program spesialisasi ini masih belum ada kejelasan dari pemerintah dan dari organiasasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Selain itu, menurut Arifah masyarakat pun sebenarnya belum terlalu membutuhkan.Kan enak kalau ada spesialisasi, apoteker hanya akan menekuni satu bidang kesehatan saja,” ungkapnya.

Selaku ketua Biro Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fakultas Farmasi, Aulia Noor Husna menyatakan pentingnya penerapan spesialisasi apoteker di Indonesia, yaitu agar masyarakat semakin memberikan kepercayaan kepada apoteker dan tidak salah mindset lagi. “Selama ini masyarakat melakukan konsultasi obat ke dokter, padahal sebenarnya ini adalah tugas apoteker,” jelasnya, Rabu (31/5/2017).

Reporter: Khalifa Albaar

Editor: Dian Aulia

Rate This Article

lpmpabelanums@gmail.com

No Comments

Leave A Comment