HomeWartaSekitar KampusMengapa Presiden BEM UNS Dianggap Tidak Bersalah?

Mengapa Presiden BEM UNS Dianggap Tidak Bersalah?

Mengapa Presiden BEM UNS Dianggap Tidak Bersalah?

Surakarta, Pabelan-Online.com – Gilang Ridho Ananda selaku Presiden BEM Fakultas Pertanian UNS menyikapi penetapan Wildan Wahyu Nugroho sebagai salah satu tersangka aksi demonstrasi memeringati tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK), Jumat (20/10/2017). Menurutnya, Wildan dan seluruh mahasiswa tidak melakukan perusakan  apalagi memancing emosi.

Gilang pun mengatakan justru pihak polisi yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa.  Menurutnya, para mahasiswa tidak melakukan tindakan apapun, tidak melakukan kerusakan, tetapi diusir saat melakukan selawatan. Pun, Wildan dicekik di bagian kerah dan ditarik. “Dan hari ini dia ditetapkan tersangka. Kami mengecam apa yang dilakukan aparat,” tuturnya dikutip dari Republika.co.id, Selasa (24/10/2017)

Adapun mahasiswa yang diputuskan menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) ialah Wildan Wahyu Nugroho yang merupakan Koordinator Pusat BEM SI sekaligus Presiden BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) 2017, Panji Laksono salah satu pegiat Press Mahasiswa (Presma) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ardi Sutrisbi seorang mahasiswa IPB, dan Ihsan Munawar yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI.

Dilansir dari akun Instagram BEM SI, keempat mahasiswa tersebut dikenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 160 mengenai penghasutan dengan lisan dan KUHP 170 berisi perilaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum. Selain keempat mahasiswa tersebut, terdapat 12 mahasiswa yang sebelumnya telah ditahan dan akhirnya dilepas dengan status bebas bersyarat.

Reporter : Livia Purwati

Editor      : Ratih Kartika

Rate This Article

lpmpabelanums@gmail.com

No Comments

Leave A Comment