Perdebatan Relokasi Griya Mahasiswa Terus Berlanjut

0
473

UMS, Pabelan-Online.com – Masih belum menemukan titik temu, polemik relokasi Griya Mahasiswa hingga saat ini masih berlanjut. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) bersama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) bertatap muka dalam sebuah forum diskusi guna membahas polemik yang masih berlanjut di kantor BEM U Griya Mahasiswa Kampus I. Rabu (21/2/2018).

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 20 UKM U, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) BEM U, Yusuf Kurniawan Caesar memaparkan alasan UKM U diminta segera menempati tempat baru yang telah disediakan oleh universitas yaitu akan dibangunnya student center baru di lahan yang sekarang di tempati.

Yusuf mengungkapkan belum pindahnya UKM U ke eks BAA tersebut menyulut kemarahan Bagmawa lantaran terjadinya miscommunication antara BEM U dengan pihak Bagmawa. “Harusnya BEM yang laporan ke Bagmawa, tetapi Bagmawa sudah mengontrol duluan dan mendapati belum pindah lalu marah,” ujarnya (24/2/2018).

Sebelumnya, rencana relokasi memang sudah gencar dibicarakan dan telah dicanangkan jauh-jauh hari oleh pihak Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa) dan Wakil Rektor V. Selain membahas persiapan Training of Trainer (TOT), diskusi ini juga menyinggung serah terima kunci Griya Mahasiswa yang dilakukan secara simbolis di eks Biro Administrasi Akademik (BAA) pada Desember tahun lalu.

Tanggapan datang dari salah satu ada UKM U yang hadir, Iqbal Nurii Anam, selaku Ketua Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa) ia mengaku ada beberapa UKM U yang menolak pindah ke tempat yang baru (red: eks BAA) dengan alasan tidak sesuainya fasilitas yang ada dengan janji yang telah diutarakan pihak universitas sebelumnya.

Terlepas dari itu semua, Iqbal mengaku siap dan rela di relokasi apabila fasilitas yang ada memadai seperti luas kantor, toilet, dan gudang penyimpanan alat-alat yang  mencukupi. Ia berharap pihak universitas segera merealisasikan janjinya dengan membangun student center yang baru dan memenuhi fasilitas yang seharusnya ada. “Semua siap dipindah asalkan fasilitas di eks kantor BAA setidaknya mencukupi dan mendukung kegiatan,’’ tutupnya (24/2/2018).

Reporter: Ahmad Hafizh Imaddudien

Editor: Aprilia Indra Setya Pangesti