Ilmu Komunikasi Kantongi Permasalahan Skripsi Online

0
214

UMS, Pabelan-Online.com – Seperti kata peribahasa akal tak sekali tiba, begitu umpamanya kebijakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) perihal skripsi online yang sudah diterapkan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Tak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna. Baru berjalan selama satu semester, penerapan sistem baru ini terbukti memiliki celah pada pelaksanaannya. Perubahan yang dimaksudkan untuk efektivitas sistem ini tidak lantas membuat mahasiswa merasa cukup.

Sekretaris Prodi (Sekprodi) Ilmu Komunikasi, Yudha Wirandha menjelaskan masing-masing mahasiswa akan memiliki akun pribadi yang digunakan untuk mengakses sistem skripsi.ums.ac.id. Namun di lapangan, beberapa mahasiswa tidak dapat log in dan terpaksa tidak dapat mengakses. Belum cukup sampai di sini, meski mahasiswa dapat mengaksesnya problem masih juga ditemui. Seperti dosen yang belum mengunggah judul dan Sistem Kredit Semester (SKS) mahasiswa yang tercatat belum memenuhi meski sebenarnya sudah mencukupi persyaratan.

Guna menutupi celah-celah tersebut pihak Prodi Ilmu Komunikasi dan Biro Teknologi dan Informasi (BTI) berusaha memperbaiki sistem agar berjalan lancar. Kuesioner juga disebar kepada mahasiswa untuk mengetahui aspirasi mereka. Sehingga harapan seperti kerja dosen dan mahasiswa bisa terkontrol serta kemudahan bagi mahasiswa untuk mengetahui catatan revisi dapat tercapai. “Dengan mengakses laman ini (skripsi.ums.ac.id-red) pengunggahan judul skripsi jadi bisa terlihat, sehingga kalau ada judul yang sama akan ketahuan,” tutur Yudha yang ditemui tim Pabelan Online pada hari Rabu, 21 Februari 2018.

Dengan memilih sistem daring, keadaan server yang tiba-tiba eror menjadi momok meresahkan bagi mahasiswa, sehingga kegiatan skripsi bisa terganggu. Proses sosialisasi yang kurang juga menjadi kendala berikutnya, tak sedikit mahasiswa yang dibuat bingung. Elissa Duriani, mahasiswi yang merasakan kebijakan skripsi online ini mengatakan bahwa ia lebih menyukai sistem manual dibanding sistem online. “Saya lebih suka sistem manual daripada sistem online. Karena kalau sistem online bergantung pada servernya” tuturnya pada Rabu, (21/2/2018).

 

Reporter              : Anisa Cintya Putri

Editor                    : Afitasari M

 

Baca Juga Direktur Jawa Pos: Menerbitkan Surat Kabar Sulit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here