Menyusun Peta Karir dan Rencana Hidup

0
301

UMS, Pabelan-Online.com – Dikutip dari bimkar.wordpress.com dewasa ini, banyak orang yang merasa bingung saat dihadapkan pada kenyataan pada masa depan, “mau dibawa kemana arah hidup kita?” Itulah mengapa pentingnya untuk membuat peta dalam hidup kita. Peta perjalanan hidup itu digambarkan dalam suatu peta karir. Seperti misalnya, jika kita mau menuju ke suatu tempat, maka perlu adanya suatu perencanaan yang matang untuk dapat menuju ke tempat tersebut. Begitupun dengan hidup, harus jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai.

Peta karir merupakan rencana kedepan yang dituliskan secara nyata untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Hal ini bukan hanya perencanaan jangka pendek saja, tetapi akan ada proses yang perlu dilalui untuk mencapai tujuan tersebut. Selain hal itu, target-target yang ingin dicapai juga perlu dipertimbangkan dalam memenuhi rencana hidup menjadi yang lebih baik. (sumber bimkar.wordpress.com)

Kapan waktu yang tepat untuk membuat peta karir? Alangkah lebih baik memang direncanakan sedini mungkin hingga akhirnya saat akan menempuh wisuda, mahasiswa dapat menemukan jalan dan arah yang ingin dituju. Dalam konteks tersebut, Alumni Career and Development Center (ACEC) mewadahi rasa ingin tahu mahasiswa mengenai tantangan yang akan dihadapi dalam dunia kerja dalam bentuk kegiatan Workshop Soft Skill Career and Life Plan dengan mengusung tema “Bagaimana Mempersiapkan Diri untuk Karir dan Masa Depan Setelah Lulus Kuliah” yang bertempat di Gedung Induk Siti Walidah  (GISW) dengan tujuan untuk memberikan bekal kepada calon wisudawan-wisudawati yang memiliki rencana karir untuk kedepannya dan juga untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

David Muis Nur Utomo, selaku ketua panitia menuturkan bahwa acara tersebut dapat dijadikan sebuah motivasi bagi calon wisudawan-wisudawati sebelum lulus kuliah. Tindak lanjut dari kegiatan workshop yang diadakan pada hari kamis (1/3/2018)  terdapat rangkaian acara yang akan diadakan empat kali dalam satu tahun. Mahasiswa harus memiliki pandangan dan rencana hidup setelah lulus untuk menjalani hidup kedepannya. Seperti pepatah yang disampaikan David bahwa “kita yang merencanakan, Allah yang menentukan”. Jadi perencanaan yang matang akan menjadikan hasil yang matang pula. “Ketika berhasil tidak hanya menjadi sebuah catatan saja, akan tetapi juga implementasinya dalam kehidupan sehari-harinya ” tambahnya. Kamis (1/3/2018).

Reporter          : Aji Tirto Prayoga

Editor               : Muhammad Rizal Pahleviannur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here