Hadapi LGBT, UMS Siapkan Sahabat Surya

0
199

UMS, Pabelan-Online.com – Akh Syanul Muniri dan Nur Shofa Ulfiyati dalam papernya menyebutkan bahwa jumlah penyimpangan seksual Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia diprediksi meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan sejauh ini ditemukan banyak organisasi LGBT di Indonesia.

Munculnya organisasi LGBT di Indonesia dimulai dari tahun 1968 di Jakarta, kemudian menjalar hingga akhir tahun 1993 organisasi-organisasi ini berhasil menyelenggarakan Kongres Lesbian dan Gay Indonesia pertama (KLGI 1) di Kaliurang dan KGLI 2 di Denpasar pada tahun 1997. Meski keberadaan organisasi ini ditentang oleh banyak kalangan, tetapi keberadaannya tetap eksis layaknya organisasi yang tidak menyimpang.

Dari hal tersebut Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merasa perlu untuk mendirikan sebuah komunitas untuk membina sekaligus melindungi civitas academica UMS dari permasalahan LGBT. Komunitas yang menamai dirinya dengan Sahabat Surya ini berguna untuk membentengi diri dan melindungi diri dari bahaya LGBT.

Hal ini merujuk pada eksistensi kaum LGBT yang semakin tampak di muka umum, mereka menginginkan pengakuan dari aspek-aspek sosial atas keberadaannya. Kebanyakan dari partisipan kelompok ini telah berani melakukan hal-hal layaknya sepasang kekasih di tempat-tempat terbuka. Sebenarnya secara kolektif, kaum LGBT berusaha memperjuangkan hak minoritas mereka. Namun, dilihat dari segi apapun penyimpangan tersebut ditolak oleh semua aspek kehidupan, baik itu agama, budaya, kesehatan ataupun yang lainnya.

Akhsyanul dan Shofa menyebutkan munculnya kelompok-kelompok seperti itu menimbulkan kecemasan bagi seluruh elemen-elemen masyarakat normal dalam hal seksualitas. Karena dari agama maupun tradisi hal tersebut sangat menyimpang dari ajaran-ajaran ataupun norma-norma yang berlaku di Indonesia. Perlu adanya pembinaan bagi kelompok-kelompok yang memiliki penyimpangan seksual, terutama bagi elemen pendidikan karena LGBT merupakan momok besar yang berdiri bersimpangan dengan ajaran agama maupun norma.

Selaku Wakil Rektor III, Taufik Kasturi mengakui bahwa hal tersebut masih sebatas rencana. Namun meski begitu ia menjanjikan akan adanya sosialisasi jika rencana tersebut dapat terealisasi. “Besok kalau sudah mau jalan bakal ada sosialisasi, beberapa komponen sudah oke, tinggal workshop dan sosialisasi” tuturnya saat ditemui tim Pabelan Online pada Rabu, (7/03/2018).

Reporter:            Anisa Cintya

Editor:                  Afitasari M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here