Alifatul Ilmi: Tetap Berprestasi Meski Sibuk Berorganisasi

0
180

Bagi Alifatul Ilmi, di akhir penghujung Januari bisa jadi menjadi hari yang membahagiakan, bukan tanpa sebab melainkan dirinya keluar sebagai salah satu nama yang berhak memperoleh Beasiswa Alumni yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tak cukup dengan perolehan tersebut, skor nilai 85,5 berhasil ditorehkan sebagai nilai tertinggi dalam seleksi beasiswa tesebut.

Gadis yang akrab dipanggil Alif ini akan sering terlihat di Sekretariat Racana. Seperti siang itu, dengan terik yang menyengat, Pabelan Online berhasil menemui Alif di sana. Bukan menjadi hal yang rahasia bila dirinya aktif dalam organisasi tersebut. Tak tanggung-tanggung jabatan sebagai Ketua Dewan Racana disematkan padanya pada periode ini. Baginya ilmu prestasi bukan hanya mengenai print out nilai di atas kertas tetapi juga keaktifan di organisasi. Mendapatkan amanah untuk mengemban tanggung jawab lebih tinggi bagi Ilmi juga merupakan prestasi.

“Prestasi tidak hanya dilihat dari akademik saja, tapi juga dari apa yang kita lakukan dan target kita tercapai,” tutur mahasiswi yang di tiap semesternya mendapatkan Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) cum laude ini.

Meski sudah menginjak semester VI, Alif masih tergiur untuk terus memberdayakan diri sendiri. Hingga seorang kawan karib mengajaknya untuk ikut berpartisipasi dalam memperebutkan posisi sebagai pemangku Beasiswa Alumni. Ia kemudian diharuskan membuat esai dan dengan modal ikut-ikutan ternyata ia berhasil lolos dalam seleksi tersebut.

Ia tak sungkan membagi tips untuk tetap berpresatasi meski sibuk berorganisasi. Alif berpesan kepada para aktivis mahasiswa. Menanamkan pemikiran bahwa kuliah merupakan kewajiban adalah hal yang harus dilakoni. Menurutnya, organisasi harus ditempatkan sebagai wadah untuk berlatih mengatur waktu serta emosi. “Jadi kita tahu, kapan harus belajar dan kapan harus berorganisasi sehingga keduanya bisa tetap berjalan,” ucap mahasiswi Teknik Informatika ini.

Hal tersebut perlu untuk melawan anggapan yang mengatakan bahwa mengikuti organisasi adalah hal yang membuang-buang waktu. Hingga menyebabkan kuliah menjadi tidak fokus dan akhirnya berujung pada kelulusan yang tidak tepat waktu. Alif dengan haqqulyakin menyangkal semua itu, ia bahkan mengatakan orang yang mengucapkan hal semacam itu justru mereka yang tidak mengikuti organisasi apapun. “Mereka hanya bermain-main saja, sehingga tidak memiliki beban dan tidak memikul tanggung jawab,” sergahnya.

 

Reporter: Berliana F Prabandari

Editor: Afitasari M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here