Iss ‘Setia’ Menanti Titik Temu di Ruang Penyidikan

0
80

UMS, Pabelan-Online.com – Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhmmadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang. Kerja sama ini dalam rangka melakukan pendampingan tudingan perusakan PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) yang dituduhkan kepada salah satu mahasiswa UMS,  Muhammad Hisbun Payu atau Iss.

Pada Selasa (6/3/2018), Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan Kesekretariatan, Bambang Sukoco mengunjungi Iss di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah di Semarang guna mengonfirmasi kabar bahwa salah satu mahasiswa UMS ditahan. Namun sampai saat ini Iss dikabarkan masih berada di ruang penyidikan.

BKBH UMS dengan LBH Semarang lantas bertemu untuk membahas hal-hal yang diperlukan selama proses pendampingan. Saat ini, keduanya sudah berhasil mengajukan surat penangguhan penahanan dengan penjamin Badrus Yaman yang merupakan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UMS. “Kita sudah memberikan kuasa kepada LBH Semarang, namun tetap melakukan koordinasi dengan kita karena BKBH merupakan tim yang ditunjuk untuk menangani kasus ini,” ucapnya, Jumat (16/3/2018).

Selain surat penangguhan, LBH Semarang dan BKBH UMS juga mengadakan diskusi yang mengulik perihal kasus ini. Menurut Bambang, jika nanti sampai ke tahap pengadilan, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) akan turut andil mengawal isu ini. Peradi sendiri telah menyiapkan 100 advokat.

“Mahasiswa harus cerdas dalam merespon permasalahan-permasalahan seperti ini, demonstrasi oke sebagai bentuk kepedulian mahasiswa. Monggoh untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang ellegant,” tutur Bambang.

Baca Juga Tak Hanya Mengajar, Begini Cara PG-PAUD Bersenang-senang

Menurut Bambang, jangan sampai meneriakkan keadilan kemudian dibarengi dengan melakukan pelanggaran. Baginya perusakan juga termasuk melanggar keadilan, dengan kata lain merusak berarti menghadirkan ketidakadilan. “Tidak mungkin keadilan diraih dengan cara melakukan pelanggaran hukum,” tambahnya.

Tak ingin diam, Farida yang merupakan teman Iss di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Justissica UMS mengaku tidak terlalu tahu perihal kelanjutan dari penangkapan Iss. Ia berharap pendampingan akan terus dilakukan dan jangan sampai ada hak-hak yang seharusnya diberikan justru terlewatkan. “Dari yang saya tahu, masih banyak beberapa indikasi tindak pidana yang dilakukan entah itu perusakan atau semacamnya,” tuturnya, Jumat (16/3/2018)

Farida dengan mantap memberikan dukungan secara moral namun tetap tidak menutup mata denga proses hukum yang berjalan. Perempuan yang menjabat sebagai Badan Kehormatan LPM Justissica ini berharap kasus ini dapat terselesaikan dengan baik dan tidak ada pergolakan lagi. Ia juga menuturkan seandainya Iss memang bersalah maka hukum harus tetap berjalan sesuai dengan ketentuannya.

 

Reporter         : Clara Misverani

Editor              : Afitasari M

 

Baca Juga Mahasiswa Solo Raya Tolak Harga BBM Naik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here