KPUM, Panwaslu, dan Mahasiswa Bersama dalam Pemilwa

0
271

UMS, Pabelan-Online.com Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) akan menjaga Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) 2018 berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) telah bersiap dengan menggandeng BEM Fakultas (BEM-F) dalam sosialisasi Pemilwa, Kamis (5/4/2018).

Peran Mahasiswa sebagai Pengawas Pemilwa

Selaku Ketua Panwaslu 2018, Yoga Rizki Adi Ananda, menuturkan bahwa selain Panwaslu mahasiswa juga memiliki peran sebagai pengawas dalam Pemilwa. Karena mahasiswa lebih tahu kondisi di lapangan, jadi apabila mahasiswa menemukan kecurangan dapat dilaporkan kepada Panwaslu secepatnya.

“Menjelang Pemilwa, kami (Panwaslu-red) memiliki upaya untuk mencegah terjadinya kecurangan yaitu dengan mengadakan sosialisasi tentang larangan-larangan dalam Pemilwa,” ungkapnya, Kamis (5/4/2018).

Selanjutnya, Yoga berharap agar Pemilwa yang akan datang dapat berjalan sesuai koridor yang berlaku dan tidak terjadi kecurangan. Namun, jika terjadi kecurangan Panwaslu akan meminimalisir hal tersebut, sehingga dapat kembali berjalan dengan baik dan aman dari gangguan.

Rahma Belinda, selaku mahasiswa berpendapat, dalam Pemilwa kecurangan tidak dapat dihindari, sebaiknya pengawasan lebih diperketat dan terorganisir dengan baik.
Ia berharap agar Panwaslu dapat lebih jeli dalam melakukan pengawasan pelaksanaan Pemilwa. “Supaya kecurangan tidak terjadi, meskipun ada tetapi tidak sebanyak yang sebelumnya, ucapnya, Kamis (5/4/2018).

Sosialisasi Pemilwa
Ketua KPUM terpilih, Fahrur Rizky Dewantara, menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut membahas beberapa agenda di antaranya sosialisasi kepada setiap partai yang berpartisipasi dan penyusunan rundown acara untuk kegiatan pemilwa selama satu bulan ke depan.

Ketua KPUM terpilih, Fahrur Rizky Dewantara menjelaskan, dalam sosialisasi kepada setiap partai yang diadakan di Kantor KPUM, pada Senin 9 April tersebut, akan dijelaskan sistem baru pemilwa pada tahun ini.

“Ya menentukan peraturan dan persyaratan untuk pendaftaran peserta. Itukan sistemnya baru, biar partai tahu sistemnya bagaimana dan membahas time line,” jelasnya, Sabtu (7/4/2018).

Sementara itu, sosialisasi untuk mahasiswa umum sendiri pihak KPUM bekerja sama dengan BEM-F untuk menyediakan tempat bersosialisasi Pemilwa. Kita meminta BEM-F untuk menyediakan tempat untuk kita bersosialisasi, tutur Fahrur.

Menurut Fahrur, sistem pemilwa yang menganut sistem terbuka ini akan lebih banyak menarik partisipasi mahasiswa. Ia juga berharap Pemilwa tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Bisa berjalan dengan lancar, soalnya kelancaran bergantung pada peserta dan panitia bekerja sama, juga mahasiswa umum yang mencoblos lebih banyak dari tahun ketahun, tutupnya.

Awan, selaku aktivis dan anggota komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menuntut kepada KPUM supaya lebih tegas, solid, dan lebih cekatan menghadapi masalah. Ia juga berharap, KPUM tahun ini dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk mencoblos.
Khususnya FKG dan FKU (Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran Umum-red) ya, sana yang memang jauh dari kampus satu dan dua, ungkapnya, Sabtu (7/4/2018).

Reporter: Sukma Aji, Mg_Fita, Mg_Afifatul
Editor: M Rizal Pahleviannur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here