MALIMPA Resah, Alat SAR Rusak Dana Susah

0
119

UMS, Pabelan-Online.com – Beberapa peralatan Search and Rescue (SAR) Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengalami kerusakan yang cukup serius, peralatan tersebut antara lain perahu mesin, pelampung, helm, dan mobil. Karena terhambat masalah dana, hingga saat inventaris tersebut belum juga diperbaiki.

Selaku Ketua Umum MALIMPA, Iqbal Nurii Anam menjelaskan, keresahan  yang sedang MALIMPA hadapi yaitu rusaknya peralatan SAR yang disebabkan oleh faktor umur, karena sudah sejak tahun 2000-an hingga sekarang. MALIMPA merasa terkendala dalam kegiatan SAR sebab peralatan sudah tidak memadai, dan hanya bisa berpartisipasi sebagai relawan.

Iqbal menceritakan keluhannya melalui pesan daring (dalam jaringan-red) Whatsapp, “Pengurus tahun 2016 pernah mengajukan bantuan inventaris ke kampus, tetapi barang yang dibelikan tidak sesuai spesifikasi. Kemudian, saat itu diberi pilihan untuk membeli sendiri dengan bantuan dana dari kampus. Namun, sampai hari ini zonk,” kesahnya, Jumat (13/4/2018).

Iqbal berharap ada perhatian lebih dari pihak kampus agar operasi untuk kegiatan sosial bisa berjalan dengan lancar, sebab SAR MALIMPA milik UMS. Diakuinya, Iqbal beberapa kali kerap meminta dana perbaikan ke pihak atasan, namun tidak ada biaya khusus untuk perbaikan alat SAR, biaya hanya untuk operasional SAR.

Baca Juga Pemilihan DPM-U Gunakan Sistem Proporsional Terbuka

“Mobil dan sebagian  alat SAR memang bukan dari kampus, kalau memperbaiki dengan dana internal MALIMPA tidak mencukupi karena terlalu besar,” tuturnya, Jumat (6/4/2018).

Sementara itu, ketika Suryadi, selaku Kepala Bagian Minat & Bakat dan Beasiswa ditemui Tim Pabelan, ia hanya menyarankan agar membaca buku  panduan Training of Trainer (TOT). “Segala pengadaan dan perbaikan sudah ada, saya sudah tidak ngurusi itu lagi,” jelas Suryadi, Jumat (6/4/2018).

Di sisi lain, mantan komandan SAR MALIMPA, Aziz Ilham Saputra, berpendapat banyak peralatan yang perlu pembaharuan karena dinilai kurang layak. “Saat peralatan kurang memadai kita hanya bisa bekerja dengan sumber daya manusia (SDM) saja,” ungkap Aziz, Jumat (6/4/2018).

Selaku Pembina MALIMPA, Halim Kusuma, mengupayakan untuk berkomunikasi dengan atasan terkait hal-hal yang perlu dibahas. Ia berpesan agar selalu menjaga dan merawat aset milik MALIMPA. “Akademis tetap diperhatikan dan tetap konsisten dalam membatu sesama,” harapnya, Sabtu (7/4/2018).

 

Reporter              : Tias Nur A

Editor                    : Afitasari M

 

Baca Juga KPUM, Panwaslu, dan Mahasiswa Bersama dalam Pemilwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here