UMS, Pabelan-Online.com – Empat Partai Mahasiswa (Parma) yang terdiri dari Partai Sahabat, Partai Horison, Partai Humanis Progresif (PHP), dan Partai Gerakan Perubahan Pemuda (Gapapa) melakukan audience terhadap Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), Jumat (13/4/2018). Kejadian ini dipicu oleh kekecewaan partai kepada KPUM karena surat permohonan audience yang dilayangkan oleh partai pada tanggal 12 April 2018 kepada KPUM dibalas berupa broadcast dan dikirim ke grup WhatsApp (WA).

Ferdian Budi Ar-Rouf selaku Presiden Partai Horison saat ditemui di ruang Keluarga Mahasiswa (Kama) Fakultas Geografi (FG) mengatakan bahwa, pelayangan surat tersebut bertujuan agar KPUM menindaklanjuti beberapa hal berkenaan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) dengan mengundang calon peserta Pemilwa yang berasal dari partai maupun mahasiswa umum.

Surat permohonan audience tersebut berisi batasan waktu pelaksanaan audience 1×24 jam sejak surat ini diterima. Parma berharap surat permohonan audience tersebut bisa diterima guna melancarkan pelaksanaan Pemilwa yang demokratis.

“Sedangkan tujuan dari audience paksa, kami (Partai-red) ingin meluruskan dan menanyakan mereka (KPUM-red) kok nggak ada sosialisasi, kok nggak gerak, surat kami yang resmi kok dibalas dengan broadcast,” ujarnya, Kamis (19/4/2018).

Baca juga: Ada Apa dengan Demokrasi Kampus?

Penyebab partai mengirim surat pemohonan audience kepada KPUM sebenarnya karena mereka merasa kecewa terhadap KPUM yang dinilai banyak melakukan kesalahan. Namun, pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tidak mengetahui mengenai hal tersebut.

Kesalahan ini meliputi pada agenda sosialisasi pertama Panwaslu tidak hadir, dan KPUM beralasan bahwa mereka lupa untuk menyuratinya, padahal disurati atau tidak seharusnya Panwaslu hadir untuk mengikuti sosialisasi. “Jika dulu ada banner, sticker, broadcast dari KPUM, namun sekarang hal tersebut juga belum ada,” tambahnya.

Menanggapi permasalahan ini, selaku ketua KPUM, Fahrul Rizky, ia enggan untuk memberi informasi. “Kami mohon maaf, ini adalah masalah intern antara KPUM dan Parma, jadi tidak untuk dipublikasikan,” tolaknya, Sabtu (21/4/2018).

Dilain pihak, Panwaslu pun juga enggan memberikan informasi terkait hal ini. “Maaf, kami tidak bersedia untuk diwawancarai terkait masalah tersebut,” ungkap Yoga Rizkiadi Ananda selaku Ketua Panwaslu, Sabtu (21/4/2018).

Terlepas dari segala kekecewaan tersebut, Ferdian berharap agar kedepannya KPUM lebih bisa menghormati apa yang sudah menjadi ketentuan yang telah ditetapkan bersama. “Dan semoga KPUM juga dapat menghormati seluruh peserta pemilwa,” tambahnya, Kamis (19/4/2018).

Reporter : Endang Kartika Sari

Editor     : Rizal Pahlevi

Baca juga: Dua Paslon Capres-Cawapres Siap Melaju di Pemilwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here