Dua: Ruang Intelektual Demokrasi

0
775

UMS, Pabelan-Online.com – Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua, Mohammad Indra Bangsawan dan Panji Akbar Ramadhani siap bertanding merebutkan kursi Presiden dan Wakil Presiden. Pasangan Calon (Paslon) yang memiliki slogan Indra Panji Konkret (IPK) ini diusung dan didukung oleh Partai Sembilan Setengah (PSS).

Mohammad Indra Bangsawan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) semester VI tersebut memiliki latar belakang sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) pada tahun 2017. Sedangkan Panji Akbar Ramadhani mahasiswa Fakultas Teknik (FT) semester VI juga, memiliki pengalaman sebagai Menteri Kementerian Luar Negeri BEM UMS masa bakti 2017/2018.

Paslon yang menganggap dirinya sebagai Soekarno-Hatta baru, menyatakan bahwa  model kepemimpinan yang diusung memiliki filosofi untuk menyerap visi masa depan. Sebagai pemimpin, tidak boleh diam di tempat, harus tetap berjalan sesuai dengan perkembangan zaman.

Mahasiswa kerap kali terdengar sebagai agent of change yang tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga mematuhi instruksi yang diberikan. Pemberdayaan program harus dilakukan secara bersama untuk mewujudkan sinergisitas antar-sesama.

Seruan yang digaungkan oleh tim suksesnya, “Hidup mahasiswa berprestasi, hidup Panji yang melawan” memiliki sebuah pandangan bahwa akan terdapat perubahan stigma bahwa kemampuan organisasi harus diimbangi oleh kemampuan akademik yang baik. Kalimat tersebut memiliki arti bahwa seorang pemimpin juga harus terlibat dalam dunia penelitian.

Hal ini sesuai dengan misi ketiga, yaitu pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) melalui penelitian dan forum pengkajian ilmiah. Program yang akan diusung untuk mendukung misi ketiga tersebut yaitu dengan diadakannya Pekan Ilmiah Mahasiswa dan Pelajar (PIMPEL).

Berikut wawancara eksklusif Tim Pabelan dengan Capres-Cawapres, Mohammad Indra Bangsawan-Panji Akbar Ramadhani.

Apa program pertama kali yang akan dilakukan jika memenangkan Pemilwa 2018?

Tutur paslon nomor dua saat Debat Capres-Cawapres, 24 April 2018, misi pertama yaitu kolaborasi perjuangan hebat seluruh elemen mahasiswa UMS. Langkah konkretnya dengan adanya Pusat Center Mahasiswa (PCM). Program ini memiliki fungsi untuk mengenalkan sturktur kepengurusan antar sesama Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain.

Apakah ada kunjungan ke Ormawa setiap fakultas?

Pasangan ini mengakui akan turun secara langsung ke Ormawa pada setiap fakultas dengan tujuan untuk mendengarkan permasalahan yang saat ini sedang terjadi. “Dari permasalahan itulah kami bisa menyusun grand design, jadi turun tidak hanya cari suara, kami datang untuk mendengarkan pemaparan dari permasalahan kalian (Ormawa-red),” jawab Indra saat ditemui Tim Pabelan, Selasa (24/4/2018).

Bagaimana cara konkret untuk menyeimbangkan Program Kerja (Proker) internal dengan eksternal?

Sebelum menyusun program yang akan dijalankan dalam satu periode ke depan, perlu adanya sebuah kesepakatan antar-bersama sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dari Ormawa yang berada di tingkat fakultas akan diadakan sebuah forum duduk bersama.

“Terkadang itu memang ada stigma eksternal internal, jadi ini merupakan produk sejarah yang diwariskan oleh orde baru,” sanggah Panji Selasa (24/4/2018).

Harapannya tidak ada stigma eksternal internal tersebut, akan tetapi dalam hal ini hubungan yang dimaksud adalah tetap adanya komunikasi antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri untuk saling bersinergi satu sama lain. “Seperti palu gada, kita bisa memainkan momentum,” tambah Panji.

Sinergi antara Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKMU)?

Untuk menciptakan kolaborasi yang baik, Paslon ini menghadirkan Rumah Besar Mahasiswa (RBM). RBM merupakan forum bersama bagi UKM yang memiliki background yang sama.

Baca Juga Lagi, UMS Berprestasi di Tingkat Nasional

Konsep relokasi griya mahasiswa?

Penyerapan semua aspirasi dari kalangan UKM untuk dapat menyuarakan permasalahan dan kendala yang dihadapi terhadap relokasi griya mahasiswa dan BEM UMS sebagai lembaga yang menjembatani untuk semuanya.

Rekonsiliasi Fakultas Hukum (FH) dengan BEM UMS?

“Hadirnya saya disini sebagai mahasiswa UMS, apabila teman-teman independen dan sebagainya, itu hak mereka sebagai senat,” tanggap Indra. Pandangan sebagai mahasiswa UMS yaitu tidak boleh adanya pembatasan hal dalam berdemokasi, jikalau terdapat sebuah pembatasan, sama halnya mencederai demokrasi.

Perolehan suara di Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)?

Peran Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sebagai pihak penyelenggara sudah sepantasnya untuk terus memosisikan diri sebagai pihak yang memberikan jendela dunia kampus mengenai demokrasi kepada mahasiswa umum.

“Media sering memberitakan pemilwa sangat bagus, baik online, cetak sangat dibutuhkan kerjasamanya,” jelas Panji. Untuk kedepannya akan ada sebuah kementerian baru yang berkaitan dengan divisi kesehatan. Tujuannya untuk mewadahi beberapa fakultas yang memiliki ranah bidang kesehatan, seperti FK, FKG, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), dan Fakultas Farmasi (FF).

Kesadaran mahasiswa patut untuk dipertanyakan. Partisipasi dalam pemilihan Capres-Cawapres BEM UMS terlihat masih kurang adanya tindakan yang menggugah hati kesadaran mahasiswa dalam pesta demokrasi. Adanya partisipasi mahasiswa untuk ikut andil dalam pesta demokrasi kampus, menjadikan sebuah pesta demokrasi ini akan berjalan dengan baik. Perlu adanya sinergisitas antar-semua elemen untuk dapat menyukseskan Pemilwa ini.

 

Reporter         : Rizal Pahlevi

Editor             : Afitasari M

 

Baca Juga Satu: Rumah Perjuangan Mahasiswa