Habiskan 80 Juta, Mobil Listrik UMS Berangkat ke Jepang

0
247

UMS, Pabelan-Online.com – Lima mahasiswa Fakultas Teknik (FT) yang bergabung dalam tim inkolaborasi mengikuti ajang lomba mobil listrik yang diadakan di Jepang. Tim yang terdiri dari tiga Mahasiswa Teknik Mesin, satu Mahasiswa Teknik Elektro, dan satu Mahasiswa Teknik Industri (Prodi) ini akan berangkat ke Jepang pada Jumat-Sabtu, (4-5/5/2018).

Selaku Dekan, Sri Sunaryono menjelaskan, masing-masing mahasiswa dari prodi berbeda memiliki perannya masing-masing. Teknik Mesin bertugas merancang mesin, Teknik Elektro bertanggung jawab terhadap kontrol, dan Teknik Industri untuk mendesain tempat duduk ekonomis yang pas dan nyaman. “Mobil yang dilombakan ini semacam mobil prototipe yang menggunakan motor penggerak listrik sehingga tidak menggunakan bahan bakar,” jelasnya, Sabtu (21/4/2018).

Penelitian ini didukung langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tak tanggung-tanggung dana yang digelontorkan untuk riset ini mencapai 80 juta. Selaku tuan rumah, pihak Jepang juga memberikan bantuan berupa freepast untuk tim tersebut. “Saya berharap setelah di sana mahasiswa memiliki experience (pengalaman-red) yang tinggi sehigga dapat berbagi pengalaman dan menularkannya ke mahasiswa lain,” harap Sri.

Selaku Ketua Tim, Meda Aji Saputro bercerita, ia dan teman-temannya membuat mobil listrik itu sudah satu tahun, berawal dari kompetisi di tahun 2017. Ajang pertama merupakan kontes mobil hemat energi yang diadakan di Surabaya pada November tahun lalu. Timnya juga sempat lolos di energy challenge di Okinawa, Jepang. Sayangnya, di ajang ini terdapat masalah non-teknis sehingga tidak dapat berangkat. Masalah tersebut berupa pengurusan bea cukai, paspor, dan visa yang mengalami kendala.

Namun, untung di tangan Meda dan teman-teman, panitia penyelenggara memberikan kesempatan untuk mengikuti ajang yang sama di tahun ini. “Kita (tim-red) ikut seleksi itu Januari dan pengumumannya Maret,” terang Meda, Rabu (18/4/2018).

Meda berharap teman-teman dapat memotivasi diri dan tidak pantang menyerah hanya karena masalah biaya. Ia juga berharap teman-teman yang lain bisa bangga karena mobil ini merupakan karya UMS. Meskipun terdiri dari tiga prodi berbeda, Meda tetap mengaku bangga, karena baginya satu sama lain saling membutuhkan. “Senang sih, karena ini perjuangan tim dan teman-teman juga senang bisa sampai ke sana (Jepang-red),” tuturnya.

 

Reporter         : Clara Misverani

Editor             : Afitasari M

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here