Tingkatkan Branding Perguruan Tinggi Muhammadiyah Lewat SBMPTM

0
140

UMS, Pabelan-Online.com – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) yang dicetuskan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, akan diselenggarakan serentak di 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM ). SBMPTM yang dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat branding  PTM, meningkatkan pemerataan sebaran mahasiswa, dan meningkatkan kualitas seleksi masuk PTM ini akan membuka pendaftaran mulai 1 Juni 2018.

Selaku Wakil Rektor I, Muhammad Da’i menjelaskan, pencanangan SBMPTM bermula dari setiap rapat Majelis Diktilitbang bersama para rektorat PTM muncul gagasan seleksi bersama penerimaan mahasiswa baru. Dengan harapan, PTM yang ada di Indonesia tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar PTM, tetapi juga penduduk di wilayah lainnya sehingga secara ideal diharapkan dapat memperkuat dakwah Muhammadiyah.

Disinggung mengenai perbedaannya dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), ia menuturkan sistem yang digunakan pada SBMPTM hanya CBT, tidak ada tes tertulis. “Selain itu, kalau di SBMPTN sistem penilaian kan tergantung tingkat kesulitan soal. Kalau di SBMPTM ini, semua soal memiliki bobot nilai yang sama,” tuturnya, Jumat (20/4/2018).

Da’i yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Pusat  SBMPTM ini menyebutkan akan menggandeng 12 PTM dalam penyelenggaraannya. 12 PTM itu terdiri atas PTM yang telah memiliki Fakultas Kedokteran (FK) dan CBT Center.

12 PTM tersebut yaitu UMS, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Baca juga: Habiskan 80 Juta, Mobil Listrik UMS Berangkat ke Jepang

Pendaftaran SBMPTM mulai dibuka tanggal 1 Juni 2018 hingga sebulan kemudian menggunakan sistem online. Untuk mempermudah pendaftaran, SBMPTM bekerja sama dengan Bank Mandiri Syariah dalam administrasi pembayaran. Dengan membayar sebesar Rp 750.000,00, calon mahasiswa/i baru dapat memilih prodi yang sama di tempat berbeda.

SBMPTM akan dilaksanakan serentak di 12 PTM pada pekan ketiga bulan Juli 2018. Da’i mengungkapkan hanya Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter yang dapat dipilih dalam SBMPTM tahun ini, hal ini disebabkan karena sifatnya sebagai piloting (uji coba-red).  Namun Da’i tak menampik jika di tahun selajutnya akan merambah ke fakultas lain apabila ini berhasil dilaksanakan

“Kita ingin melihat dari yang paling rumit, FK (Fakultas Kedokteran-red) kan seleksinya rumit di mana paling membutuhkan atensi khusus. Di samping itu juga tiap tahun, peminatnya paling banyak,” lanjutnya.

Mengenai soal yang diujikan mencakup Tes Potensi Akademik (TPA) sejumlah 100 soal dan soal Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan jumlah yang sama. Perancangan soal akan melibatkan tim gabungan dari FK se-Indonesia. “Sebenarnya ada soal Pengetahuan Agama Islam (PAI), namun dirumuskan akan masuk seleksi wawancara,” tutur Da’i.

Dari jalur ini, kuota penerimaan mahasiswa baru FK sebanyak 210 orang yang tersebar di 12 PTM penyelenggara. Menurut Da’i, beberapa PTM akan mengadakan tes lanjutan untuk peserta yang lulus, tetapi UMS tidak, kecuali tes kesehatan jiwa karena itu wajib.

Ditanya tentang harapannya dalam pelaksanaaan SBMPTM ini, Da’i berharap akan berjalan dengan sukses, lancar, dan kredibel dalam menghasilkan mahasiswa yang berkualitas. Ia berpikir positif peminatnya akan banyak, sebab itulah mengapa penyelenggaran SBMPTM dimulai dari Fakultas Kedokteran terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut, salah satu mahasiswi Teknik Industri, Istiqomah Febriyanti, memberikan apresiasi positifnya. Ia mengungkapkan, dengan adanya program ini bisa memperkenalkan Muhammadiyah lebih luas lagi ke dunia luar.

Menurutnya masih banyak calon mahasiswa/i yang tidak tahu dan belum melirik perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai salah satu perguruan tinggi tujuan. “Menurutku akan lebih bagus, Muhammadiyah akan mendapat perhatian dan dikenal oleh masyarakat luas. Keren sih inovasinya, gak kalah sama PTN ada jalur masuk SBM-nya juga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk masuk ke PTS pun tidak semudah yang dibayangkan, banyak calon mahasiswa/i yang telah melewati jalur tes tetapi tidak diterima di jurusan yang diinginkan. Menurutnya, kedudukan PTS saat ini sudah hampir setara dengan PTN. “Intinya di perguruan tinggi, kita kan kuliah. Kuliah untuk mencari ilmu, di manapun gak masalah,” imbuhnya, Jumat (20/4).

Reporter : Annisavira

Editor      : Afitasari  M

Baca juga: RMC Beri Bantuan Dana untuk Hidupkan Atmosfer Penelitian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here