Pagelaran Demokrasi yang Asik di UMS

0
168

April merupakan momentum sebuah gerakan baru yang selalu digaung-gaungkan oleh seluruh mahasiswa civitas academica, terutama para mahasiswa/i yang bergerak baik dalam kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat fakultas maupun universitas.

Ada sebuah pertanyaan besar yang selalu dipertanyakan setiap bulan ini, siapakah nahkoda baru di tahun 2018-2019? Apa hal baru yang akan ditunjukkan oleh para calon nahkoda ini? Siapa saja awak yang diajak untuk menjadi kru dalam sebuah perjalanan untuk satu tahun kedepan? Pelayanan dan pengabdian seperti apa yang dilakukan oleh nahkoda dan kru dalam kapal untuk melayani penumpang?

Siapapun yang mencalonkan diri menjadi nahkoda baru nantinya haruslah bisa menjawab point dasar itu. Bumbu-bumbu dan manisnya sebuah jawaban harus disiapkan oleh nakhoda dan kru kapal untuk menarik minat penumpang nantinya.

Ada sebuah kegiatan demokrasi yang dijunjung tinggi oleh para calon nahkoda, bagi siapapun yang paling banyak memiliki penumpang, dialah yang berhak untuk menjalankan kapal bersama krunya. Langkah-langkah politik haruslah disiapkan baik-baik oleh nahkoda dan seluruh kru agar syair yang mereka tawarkan menjadi sebuah angin segar yang siap merayu seluruh mahasiwa aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Pergantian nahkoda di UMS, sangat banyak dibumbui politik. Di dalam sudut pandang mahasiswa/i yang tak mau tahu, mendengar kata “politik” di telinga mereka pasti sepintas terbayangkan “politik itu kotor”, demikianlah frasa ini sering kita dengar dari mahasiswa/i yang terserang pandemi apatisme terhadap politik.

Simpulan tersebut tidak bisa disalahkan, sebab mereka hanya mendefinisikan politik dari apa yang mereka tangkap dari berbagai informasi yang beredar bebas di kehidupan bermasyarakat. Maka menjadi hal penting melakukan pendekatan purifikasi makna politik dengan sentuhan universal yang dapat menyatukan seluruh mahasiwa/i agar tidak cenderung bergerak masing-masing di satu periode berikutnya. Ini adalah Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk siapapun nahkoda yang terpilih.

Jika UMS ini sering disebut adalah miniatur negara Indonesia, maka saya boleh mengambil kutipan salah satu ciri negara ideal menurut Plato. Negara yang mampu melayani kebutuhan dasar manusia dalam rangka membangun kualitas kemanusiaan.

Siapapun yang ingin menjadi nahkoda UMS 2018-2019 haruslah memiliki kru, yang dinamai Partai Mahasiswa (Parma). Partai mahasiswa yang telah diakui nanti akan menjadi penguasa atau oposisi nahkoda yang baru nantinya. Partai mahasiswalah yang memiliki kekuatan sebagai penentu sebuah kebijakan dan penempatan atas berbagai posisi pemerintahan dan sistem birokrasi nantinya.

Oleh karenanya partai mahasiswa mesti hadir yang melahirkan anak-anak muda progresif, dan orang-orang yang bijaksana dalam mendorong kepemimpinan yang holistik. Baik partai pemenang maupun oposisi harus melakukan sebuah pendampingan dan pengawasan yang secara terus menerus terhadap setiap tujuan nahkoda agar para kepuasan penumpang tetap terjamin. Jika hal ini tidak dilakukan dan cenderung dibiarkan saja jangan salahkan jika penumpang akan bersikap semakin apatis terhadap pemilihan nahkoda, dan semakin skeptis tentang pagelaran politik ini.

Siapapun calon nahkoda yang baru haruslah memiliki keseimbangan kerja yang baik, kepercayaan internal kampus maupun eksternal haruslah dapat diimbangi, jangan sampai pincang sebelah. Jika hal ini bisa dilakukan maka akan menjadi sebuah tata pemerintahan yang baik (Good Governance).

Namun untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik haruslah dimulai dari perilaku yang bersih, jujur, profesionalitas, serta tetap menjaga intelektualitasnya sebagai mahasiswa yang ikut dalam pagelaran politik kampus ini, baik yang menjadi pemeran penyelenggara ataupun yang ikut dalam permainan demokrasi mini ini. Jangan sampai kita membiarkan pemilihan nahkoda baru menjadi sebuah praktek kolusi, dan nepotisme yang diamankan di balik kata demokrasi kampus.

Penulis : Ferdian Budi Ar-Rouf 

Mahasiswa Fakultas Geografi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here