Talangi Dana PKM, UMS Kucurkan Rp 156 Juta

0
133

UMS, Pabelan-Online.com – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengumumkan 52 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima Bidang yang berhasil lolos pendanaan pada Selasa (3/4/2018) lalu. Namun, hingga saat ini dana hibah yang dijanjikan tak kunjung cair. Menyikapi hal ini, UMS berinisiatif memberikan talangan dana sebesar Rp 3 juta untuk tiap proposal.

Kepala Bagian (Kabag) Penalaran Kreativitas dan Softskill, Ahmad Kholid Al Ghofari menyebutkan, dari 425 proposal yang diunggah ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), sebanyak 52 proposal tim UMS berhasil mendapat pendanaan. Peristiwa ini bukan merupakan hal baru, tahun lalu UMS juga memberikan talangan dana dengan nominal Rp 2 juta tiap proposal. “Supaya segera jalan proposalnya, kita modalkan sama rata, jadi Rp 3 juta dikali 52 proposal,”  ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Pria yang biasa disapa Kholid ini menuturkan bahwa Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dikti baru akan dilaksanakan pada bulan Juli. Sehingga,  langkah ini harus dilakukan karena menyangkut lolos tidaknya proposal ke jenjang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Selain itu, Ia meneruskan bahwa proses pencairan dana dari Dikti biasanya memerlukan waktu dan tidak bisa diprediksi kapan akan usai.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa keterlambatan pencairan dana ini disebabkan sistem pendanaan dari Dikti sendiri yang tentu saja memerlukan banyak tahapan. Ia memberi perumpamaan dengan proses pencairan dana di UMS yang melalui tahap pengajuan pendanaan dan acc (persetujuan-red) dari sejumlah pihak berwenang.

“Di Dikti mungkin melalui proses seperti itu, namun kita ngga tau mereka ada berapa SDM-nya (Sumber Daya Manusia-red). Mereka juga nanti yang transfer ke kampus-kampus, termasuk jumlahnya berapa. Barangkali mereka ada kendala disitu jadi agak lambat,” jelas Kholid.

Dari pihak universitas hanya menalangi sebagian dari yang dibutuhkan, mengingat ada 52 proposal yang tersebar di seluruh fakultas UMS yang harus didanai. Karena setiap prodi lebih sedikit sebaran proposal yang lolos pendanaan, diharapkan bisa menalangi kekurangannya.

“Sebenarnya inisiatif tidak hanya dari kita (Bagian Kemahasiswaan-red), beberapa prodi (Program Studi-red) dan fakultas bahkan sudah ada yang berinisiatif menalangi dulu. Dana dari kita cuma Rp 3 juta, kalau butuhnya lebih kan kurang, biasanya dibantu oleh fakultas masing-masing,” tambahnya.

Salah satu mahasiswa yang proposalnya lolos pendanaan, Amar Khoiri Oksaputra dari Fakultas Farmasi, membenarkan bahwa pendanaan dari Dikti memang sering terlambat. Diakuinya, untuk tahun ini, bukan hanya soal pendanaan namun juga pengumumannya.

Meski dirinya memaklumi hal tersebut, ia tidak menampik bahwa tanggapan akan berbeda dari mereka yang membutuhkan dana lebih banyak. “Enggak masalah, soalnya talangan dana itu saja sudah cukup buat kami (kelompok PKMnya-red),” ungkap Amar, Jumat (28/4/2018)).

Amar merasa sangat terbantu dengan penalangan dana dari pihak UMS. Tak cukup di situ, ia menambahkan bahwa UMS juga mengiming-imingi penghargaan dalam bentuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk memotivasi menyelesaikan PKM. “Sistem UMS ini ya menurutku sudah bagus, semakin memudahkan mahasiswanya,” tuturnya.

 

Reporter              : Annisavira P

Editor                    : Afitasari M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here