Belum Unggah ke SAPTO, Proses Akreditasi FKIP Terkendala

0
86

UMS, Pabelan-Online.com – Berkenaan dimulainya tahun ajaran baru 2018/2019, beberapa Program Studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) mengadakan persiapan akreditasi guna memenuhi standar mutu yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Namun, proses ini terkendala formulir yang belum diunggah ke Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

Tujuh dari sebelas prodi yang mengajukan akreditasi yaitu Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Matematika. Proses akreditasi dimulai dari tingkat fakultas lalu dikoordinasikan di tingkat jurusan. Setelah itu hasil yang keluar akan dinilai oleh penilai yang berasal dari luar fakultas itu sendiri.

Menurut Dekan FKIP, Harun Joko Prayitno menjelaskan, sejauh ini proses yang berjalan belum bisa tuntas kerena borang (formulir-red) belum bisa divisitasi. Hal ini disebabkan karena borang harus diunggah terlebih dahulu ke Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang kemudian dirapatkan di Jakarta. “Divisitasi hanya bila jumlah skornya tipis. Jika nilainya mutlak, sudah pasti A, B, atau C maka tidak perlu divisitasi,” tuturnya, Rabu (2/5/2018).

Baca Juga Grand Syekh Al Azhar : Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin

Standar-standar penilaian akreditas harus dipenuhi untuk mencapai visitasi tersebut. Harun menjelaskan dalam  prosedur akreditasi terdapat dua borang, yaitu borang fakultas dan borang prodi, keduanya harus diintegrasikan terlebih dahulu. Lebih lanjut, ia mengakui secara umum kendala yang dialami dalam  proses akreditasi ini yaitu pengintegrasian data dan borang bank perguruan tinggi yang  terlalu kualitatif. “Lebih kuantitatif saja sehingga hasil akhirnya tidak subjektif dan lebih objektif,” harap Harun.

Dalam melakukan akreditasi, Pendidikan Matematika melakukan berbagai upaya dan melakukan persiapan dari beberapa bulan yang lalu. Usaha tersebut diantaranya dengan menggelar rapat bersama dosen dan membentuk team work untuk menyelesaikan dokumen akreditasi borang prodi, borang program sarjana, dan evaluasi diri beserta lampirannya sebagai syarat visitasi akreditasi.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika, Sri Sutami menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi ini semua tenanga pengajar di Pendidikan Matematika sangat antusias. “Semua dosen menyadari bahwa akreditasi adalah tanggung jawab bersama sehingga bukan menjadi sebuah kendala,” paparnya, Senin (30/4/2018).

Reporter : Aulia

Editor     : Afitasari M

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here