Hanya 1:1000 Generasi Milenial yang Pahami Buku

0
138

UMS, Pabelan-Online.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Tantangan dan Peluang Mahasiswa di Era Milenial” di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah (GISW), Rabu (16/5/2018). Azaki Khoirudin, salah satu pembicara mengungkapkan bahwa hanya 1:1000 generasi milenial yang membaca dan mendalami buku.

Azaki Khoirudin, dosen FAI yang menjadi pembicara dalam seminar ini mengatakan, persentase masyarakat Indonesia yang berada di usia produktif yaitu sebesar 70%. Namun, hanya 0,01% yang serius membaca dan mendalami buku. “Ibaratnya hanya 1:1000, kurangnya generasi milenial adalah banyak tahu tapi tidak mendalaminya,” ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Azaki melanjutkan, Indonesia memasuki zaman milenial pada tahun 90-an dan mulai berkembang tahun 2010. Sekitar 2,5 juta penduduk lahir menjadi generasi paling terdidik karena akrab dengan teknologi dan tersedianya pendidikan yang memadai. “Generasi milenial memiliki vitamin 4C, yakni critical thinking, creatif, collaboration,dan communication,” ungkapnya.

Baca Juga WD II FEB: Wifi.Id Ganggu Koneksi UMS Wifi

Berbeda dengan Azaki, Yulia Eka Saputri yang merupakan pembicara ini mengatakan generasi milenial memiliki poin-poin dalam diri mereka, seperti instant generation, collective, dan culture sharing.Yulia mengungkapkan bahwa generasi milenial menyukai kegiatan yang terbilang baru seperti freelance sesuai dengan passion mereka dan menjadi pebisnis muda.

Generasi muda yang kuat dengan motivasi untuk membahagiakan orangtua, nilai representasi religiusitas dan aspirasi politik yang baik menjadi ciri dari generasi milenial. Yulia mengungkapkan bahwa literasi media menjadi tugas penting bagi generasi milenial terutama mahasiswa. “Apabila literasi media kurang, seorang mahasiswa tidak akan paham apa yang seharusnya dilakukannya,” ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Sebagai peserta seminar, Muhammad Rusli Maulana merasa seminar yang dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berguna agar mahasiswa milenial mengerti dan memahami kekurangan dan kelebihan mahasiswa di era milenial dengan sebelum era milenial. Ia menginginkan seminar seperti ini lebih sering diadakan supaya mahasiswa lebih aktif dan menambah wawasan. “Saya mendukung diadakannya seminar seperti ini karena sangat berguna bagi mahasiswa milenial seperti saya pribadi,” ungkap mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) tersebut, Rabu (16/5/2018).

Reporter              : Muhammad Ismail

Editor                    : Afitasari M

Baca Juga Mahasiswa Geografi Tidak Serius menjadi Sebab KKN Tiada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here