Meski Penerbitan Kampus Memprihatinkan, Sisa Dana Capai Rp 117 Juta

0
65

UMS, Pabelan-Online.com – Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa) menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Penerbitan Mahasiswa untuk seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), baik tingkat universitas maupun fakultas yang bertempat di Gedung J Seminar Barat, Rabu (16/5/2018). Dalam pelaksanaannya, Suryadi, selaku Ketua Bagian Minat & Bakat dan Beasiswa mengungkapkan bahwa saat ini kondisi penerbitan mahasiswa memprihatinkan.

Suryadi bahkan melihat kondisi penerbitan di tingkat fakultas berada dalam taraf sangat memprihatinkan. Ia mengungkapkan intensitas terbit yang berkala memiliki arti kala-kala terbit, kala-kala tidak. Hal tersebut dibuktikan dengan sisa dana penerbitan tahun lalu yang mencapai lebih dari Rp 117 juta. “Bahkan ada yang tidak terbit sama sekali, ada yang terbit dua kali, juga ada yang setengah kali,” ungkapnya dengan rasa prihatin, Rabu (16/5/2018).

Suryadi juga menambahkan bahwa ada dua fakultas yang tidak mengambil dana penerbitan. Padahal biaya penerbitan dan biaya cetak semakin naik, tetapi respon pengurus LPM dirasa masih kurang. Ia secara khusus mengharapkan untuk Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) supaya dapat menerbitkan produk.

Adyana Sunanda, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), memutar kembali keadaan pada tahun 90-an yang bertolak belakang dengan kondisi tersebut. Ia bercerita pada era tersebut, tabloid LPM Pabelan (Pabelan Pos-red) pernah menjadi tabloid mahasiswa terbaik dan menjadi rujukan di media profesional Tempo. Belum lagi eksistensi Pabelan Pos yang tetap hidup disaat banyak penerbitan kampus yang dibredel. “Selain Suara Independen, LPM Pabelan laris pada saat itu karena berani mengkritisi pemerintah,” ungkapnya, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut, Nando, biasa ia disapa, mengharapkan seluruh LPM di universitas memiliki bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) supaya tetap eksis. Ia menuturkan bahwa laju penerbitan ditopang oleh keberadaan bagian Litbang. Ia juga menekankan perihal kaderisasi supaya mendapat perhatian lebih karena menurutnya setiap individu hanya bisa aktif paling tidak satu tahun. “Maka kalau saya boleh menyarankan, ketika merekrut anggota itu sejak mahasiswa baru, jangan semester V,” pesannya.

Reporter : Afitasari Mulyafi

Editor     : Muhammad Rizal Pahleviannur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here