Gerimis Senja

0
57

Gerimis Senja

Dingin suasana di minggu sore menyelimutiku bersama sejuknya gerimis senja

Berteduh aku di balik bayang-bayang keterpurukan

Bersama masaku kala kelam itu

Di ujung hari minggu ini bersama gerimis senja

Syahdu menerpaku..

Ku tersadar aku hanyalah lentera redup yang terus berjuang

Menembus kegelapan pekat dengan api yang menguning

Berjalan dalam deraan kekhawatiran dan ketakutan

Tertindas penghinaan yang mengurat akar dalam jiwa yang remuk redam dan sakit

Waktu tlah merampas hari-hariku

Bagai badai musim dingin yang menerpa ranting-ranting pohon kering

…..

Aku bagai terasing pada kedalaman yang suram

Tak ada menolongku kecuali air mata isak tangis

Dan tak ada yang menemaniku melainkan ketakutan dan ketidakpastian

Aku terjebak dalam pergulatan yang tak berkesudahan

Dalam pergolakan yang tak berkeputusan

Hari-hariku menjadi panjang

Malamku menjadi gelap

Bahkan tak kutau lagi indah sang mentari

Dan merah saga di langit senja

Ikhlasku

Semilir angin berhembus seraya membawa luka

Tanpa tersadar batin terkoyak tanpa berontak

Tak lain luka yang kau berikan hanya kulihat,

Sebagai pecahan kaca yang siap menusukku lebih dalam

Tak berdarah seakan berdarah

Pupus sudah semua harapan oleh sebuah lamaran

Jangan pernah berkata bila ku sedang baik

Berlandaskan keikhlasan kalbu

Kan kuubah bait sendu ini menjadi sajak rindu

Mengalirkan air mata peribahasa sarat makna

Melantunkan simfoni firmanNya yang hakiki sepenuh hati

Melakonkan khalifah dalam dienNya yang kaffah

Menghanyut dalam simpuh sujud beriring tetesan keikhlasan

Bersahaja dalam raga yang berpuasa

Berbekal ketetapan hati yang mampu menenangkan

Beriring kesadaran yang mencegah jiwa yang gundah

Meniti titian harapan penuh perjuangan

 

Penganggit : Muhamad Ismail Hidayatullah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here