Muslimah Care Ajak Mahasiswi Berhijab Syar’i

0
399

UMS, Pabelan-Online.com – Meski Hijab Syar’i kian digandrungi oleh banyak kalangan, tetapi hal itu belum cukup membuat mahasiswi UMS mengerti akan kewajiban dalam melakukannya. Alasan tersebut kemudian yang mengilhami Departemen Nisa’ Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) meluncurkan imbauan untuk mengenakan Hijab Syar’i dalam bentuk X-Banner.

Koordinator Departemen Nisa’, Umi Fatimah mengaku miris ketika melihat mahasiswi UMS, yang notabene merupakan kampus wacana keislaman, belum mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat. “Kita (Departemen Nisa’-red) ingin menyentuh hati mereka, kalau satu-satu diberi tahu kan nggak mungkin ya,” tandasnya, Jumat (25/5/2018).

Terhitung sejak 15 Mei 2018, program yang diberi nama Muslimah Care ini sudah terealisasi di dua titik, Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).  Dalam visualnya, seorang muslimah tampil dengan hijab syar’i lengkap beserta kutipan terjemahan QS Al Ahzab: 59 dan QS An-Nur: 31 di sampingnya.

Tak hanya itu, dalam gambar tersebut juga memberi arahan kepada pembaca untuk mengerti perbedaan antara khimar dengan jilbab. Khimar atau juga dikenal sebagai kerudung merupakan kain yang menjuntai hingga menutup dada. Sedangkan jilbab atau gamis adalah pakaian yang dikenakan ke seluruh tubuh.

Target awal dalam pelaksanaan program ini yaitu mahasiswi yang berada di Kampus 1. Meski terkendala finansial, LDM-PM tidak menampik keinginannya untuk menjangkau wilayah yang lebih luas lagi. “Hijab Syar’i bukan sebuah pilihan, melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan. Semoga X-Banner ini bisa menjadi estafet pahala,” tegas Umi.

Menanggapi X-Banner tersebut, Riyani Dwi Sari dari Fakultas Farmasi, memberikan apresiasi positifnya kepada produk baru LDM-PM ini. Menurutnya, meskipun kuliah di kampus yang islami sekalipun, masih banyak mahasiswi muslimah yang belum tahu ketentuan hijab syar’i seperti apa. “Masih banyak juga muslimah yang terbalik, mana jilbab mana kerudung,” paparnya, Jumat (25/5/2018).

Dengan hadirnya X-Banner ini, menurutnya dapat mengubah persepsi mahasiswi muslimah yang salah kaprah mengenai hijab syar’i. Ketika ditanya mengenai harapannya, ia berharap agar kedepannya X-banner bisa diperbanyak, dan diadakan penambahan leaflet atau selebaran supaya mahasiswi muslimah semakin tahu kewajiban untuk berhijab syar’i. “Jadi hijab syar’i yang digunakan tujuannya bukan hanya sekadar mengikuti tren tapi merupakan suatu kewajiban,” pungkasnya.

 

Reporter              : Annisavira Pratiwi

Editor                    : Afitasari Mulyafi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here