Begini Sulitnya Tim Ababil Berlomba di Jepang

0
146

UMS, Pabelan-Online.com – Tim Mobil Listrik Ababil yang berasal dari Fakultas Teknik UMS mengalami kendala dengan pihak penyelenggara selama mengikuti perlombaan di Jepang. Meski tak memperoleh juara, Tim Ababil berhasil meraih predikat Desain dan Pendatang Terbaik.

Selaku Ketua Tim, Meda Aji Saputro menceritakan pengalamannya selama di Jepang. Menurutnya, berada di kancah internasional memberikan atmosfer yang berbeda, termasuk bahasa. Meda mengaku ketidakmampuan panitia dalam menggunakan bahasa Inggris membuat ia bersama tim kesulitan.

Ditambah lagi Meda dan kawan-kawannya tidak mampu menggunakan bahasa Jepang, sehingga keduanya sama-sama mengalami kesulitan. Meda tidak bisa melepaskan fitur google translate dari genggamannya, meski sudah disediakan translator.

Selain itu, adanya miscommunication juga turut andil menjadi kendala. Menurut Meda sebelum berangkat ke Jepang, pihak penyelenggara menyatakan akan menanggung biaya makan dan penginapan. Namun sesampainya Tim Ababil di Jepang, pihak penyelenggara hanya menunjukkan letak penginapannya saja dengan biaya yang ditanggung sendiri.

Tak cukup sampai di situ, pengajuan sponsor yang dilakukan oleh Tim Ababil juga tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Feedback yang dirasa terlalu lama membuat Meda dan teman-teman kesulitan. “Meskipun tidak sempat juara, setidaknya mendapat prestasi di luar race semacam desain dan pendatang terbaik,” ungkap Meda, Sabtu (19/3/2018).

Yamroni, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan temannya tersebut. Ia mengharapkan apa yang telah didapatkan oleh Meda dan kawan-kawannya tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengembangkan mobil listrik supaya dikenal dunia. “Soalnya kalau sekarang, mobil pakai bahan bakar fosil lama kelamaan juga bakal habis,” ungkapnya, Jumat (25/3/2018).

 

Reporter         : Clara Misverani

Editor             : Afitasari M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here