Mukena Berantakan, Kepedulian Mahasiswi Masih Kurang

0
53

UMS, Pabelan-Online.com – Kurangnya tanggung jawab mahasiswi dalam hal-hal yang sederhana masih sering terlihat. Salah satunya dalam hal kerapian tempat mukena di sebagian besar masjid Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Mukena merupakan barang yang erat kaitannya dengan wanita dan ibadah umat islam Pemandangan yang tidak asing lagi sebuah, yaitu mukenah. UMS yang memiliki banyak masjid masih sering terlihat kurang rapi dalam penataan mukenah, baik di masjid Sudalmiyah Rais, Fadlurrrahman, Musala Gedung Induk Siti Walidah (GISW) maupun musala fakultas. Salah satu faktor yang mendukung adalah kurangnya kesadaran mahasiswi.

Mewakili Takmir Masjid, Surya Wijaya mengatakan bahwa dari pihak Takmir sendiri selalu membersihkan dan merapikan mukena setiap satu minggu sekali. Namun tetap saja pemandangan ketidakrapian tersebut selalu dijumpai setiap harinya. Tanggung jawab mahasiswi kembali lagi dipertanyakan.

“Dari pihak takmir tiap minggu udah dicuci, di-laundry, dilipatin, hanya saja ada saja mahasiswi yang kurang dalam melakukan itu, tanggung jawab nya kurang, mungkin mereka buru-buru jadi tidak sempat,” ungkapnya, Sabtu (2/6/2018).

Beberapa upaya telah takmir masjid lakukan. Seperti imbauan melalui media tertulis yang ditempel di almari mukenah serta mengingatkan secara lisan. Namun hal tersebut tidak terlalu diperhatikan oleh beberapa mahasiswi.

Surya menuturkan kerapian dan kebersihan masjid dapat menjadi daya tarik untuk pendatang. Kemakmuran masjid dapat terwujud dengan jalinan berbagai unsur di dalamnya, tak hanya takmir masjid akan tetapi juga peran mahasiswa, dosen, dan jemaah masjid.

“Kami dari takmir masjid mohon bantuan dan kerjasama, tidak hanya kebersihan tetapi juga kerapian, agar daerah di sekitar akhwat tetap bersih dan rapi, masjid juga terlihat makmur,” harap Surya.

Sebagai Mahasiswi laju yang memerlukan tempat singgah, Monika Savira mengaku sering ke masjid, tak hanya untuk salat, tetapi juga ketika pergantian jam atau mengerjakan tugas. Menanggapi hal ini, ia mengatakan mukena ada yang digantung dan juga ada yang dilipat. Akan tetapi, mukenah yang dilipat sering tidak dikembalikan dengan rapi. “Mukenahnya itu di-los (digantung-red) saja di hanger jadi lebih keliatan rapi,” sarannya, Sabtu (2/6/2018).

Sependapat dengan Surya, Monika juga mengatakan kurangnya tanggung jawab mahasiswi dalam hal kerapian. “Buat mahasiswa, habis memakai dirapikan kembali, biar mukenanya tetap rapi dan bersih, kalau bersih dan rapi kan yang senang juga kita sendiri. Ya usahkan kita datang bersih ya pulang juga bersih,” pungkasnya.

 

Reporter              : Lia Lesmawati

Editor                    : Afitasari Mulyafi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here