Ini Kata Maba Tentang Kuliah

0
441

UMS, Pabelan-Online.com – Hiruk pikuk kegiatan kampus memang tidak akan pernah berhenti, layaknya sebuah roda yang terus berputar mengikuti iringan waktu. Tak kurang dari sebulan lalu, kehidupan kampus ditutup dengan ujian akhir semester (UAS) dan kini aktif kembali dengan hilir mudik mahasiswa baru dalam mengikuti penyambutan dari kampus. Menarik untuk disimak, perkuliahan masih menjadi barang baru bagi mereka. Lantas bagaimana tanggapan para penerus estafet kemahasiswaan tentang dunia perkuliahan itu?

Sukmawati, seorang mahasiswi baru yang berasal dari program studi (Prodi) Pendidikan Biologi mengungkapkan, dunia perkuliahan menjadi sebuah langkah awal untuk menentukan kehidupan di masa yang akan dating. “Kita dituntut untuk lebih mandiri dan memanfaatkan waktu dengan baik, karena dengan itu menggambarkan siapa kita,” ungkapnya.

Lain cerita dengan Rima Faizatul Maula, mahasiswi baru yang berasal dari prodi Hukum ini menjelaskan, dunia perkuliahan sebagai proses untuk  bangkit dari zona nyaman yang telah lama ia nikmati sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menjadi manusia yang lebih maju dari berbagai aspek. ”Harus bisa cepat menyesuaikan kondisi dengan lingkungan dan terus belajar,”ujarnya.

Bangku perkuliahan memang bisa dikatakan berbeda dengan bangku SMA, kemandirian lebih terasa dan mental pun lebih teruji ,banyak hal yang harus dipersiapkan matang-matang agar terasa nyaman pada saat menjalani dunia perkuliahan. Pemilihan prodi pun bisa menjadi salah satu alasan kenyamanan dalam menjalani masa perkuliahan,karena asal pilih asal jurusan bisa menjadi  bumerang bagi pribadi mahasiswa itu sendiri.

Sukma panggilan akrabnya menjelaskan memilih Pendidikan Biologi sebagai prodi yang ia ambil karena ia sudah menyukai pelajaran tersebut sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). ”Saya memang sudah berencana untuk mempelajarinya sampai di bangku kuliah, Mas,” tuturnya.

Berbeda dengan Rima seorang mahasisiwi asal Batang yang mengambil prodi Hukum, dirinya mengungkapkan alasan dibalik pilihannya tersebut. Rima merasa lelah setelah berulang kali gagal dalam meraih prodi impiannya yakni Psikologi. ”Ambil hukum (program studi-red) karena saran dari ibu, Mas. Mungkin rezeki saya disana,” ungkapnya sambil tersenyum.

Meski begitu, keduanya  tetap menyimpan harapan untuk masa perkuliahan yang akan dimulai di awal September nanti.  Meski akan memasuki dunia baru, mereka berharap dapat menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dengan mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan.

Reporter              : Ahlan Fauzan

Editor                    : Afitasari M