Universitas Negeri Malang Tunda Seminar Sejarah Lantaran Ini

0
59

UMS, pabelan-online.com- Penundaan seminar sejarah dengan tema “Perubahan dan Kesinambungan Historis dalam Perspektif Keilmuan dan Pembelajaran” dilakukan oleh pihak panitia Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang (UM). Hasil tersebut berdasarkan negosiasi dengan pihak Komando Resort Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Malang.

Dilansir dari historia.id,  selaku Kepala Jurusan, Ari Sapto, mengesahkan penundaan seminar  dengan mengeluarkan surat edaran bernomor 10.10.85/UN32.7.5.3/KP/2018  pada tanggal 10 Oktober 2018. Penundaan tanpa kepastian ini dikeluarkan pihak kampus setelah adanya kontroversi dan pandangan negatif kepada pihak kampus.

Penyebabnya adalah hadirnya narasumber bernama Asvi Warman Adam, sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait tiga periode perdebatan dalam sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S).

“Karena banyak pandangan negatif, saya sebagai Kajur Sejarah mengajak dewan dosen rapat hari Senin-nya. Dan diputuskan seminar ditunda atau dibatalkan, panitia kemudian membuat surat pemberitahuan pembatalan kepada narasumber, karena etikanya kan begitu,” ungkap Ari, dilansir dari detik.com, Kamis (11/10/2018).

Seminar ini sedianya diisi oleh empat pembicara,  Asvi Warman Adam, Sri Margana (sejarahwan Universitas Gajah Mada), Abdul Syukur (sejarahwan Universitas Negeri Jakarta), dan Ari Sapto (Kajur FIS UM). Setelah mendaptkan kabar penundaan seminar ini, pada Rabu (10/10/2018) , Asvi memberikan tanggapan jika dia belum bisa menerima alasan penundaan tersebut.  Menurutnya, semua kegiatan akademik yang berlangsung di kampus bebas digelar.

Ia merujuk Pasal 8 ayat 3 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, dimana kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan di perguruan tinggi merupakan tanggung jawab civitas akademika.

“Mestinya juga kalau kegiatan di kampus tak perlu minta izin. Kalau ada pihak yang tidak setuju, menurut hemat saya pribadi, memang ada panitia yang takut,” tandasnya, dilansir dari Historia.id.

Penulis: Ahmad Hafiz I

Editor: Afitasari M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here