Capres-Cawapres 2018 Sikapi Kekosongan Jabatan dengan Ini

0
51

UMS, pabelan-online.com – Kedua pasangan calon (Paslon) presiden dan wakil presiden 2018, Abdul Malik-Henry Ivalian dan Indra Bangsawan-Panji Akbar, akan mengambil langkah teknis melalui diskusi dengan pelaku student government di UMS. Langkah tersebut ditujukan sebagai bentuk penyadaran bahwa student government merupakan hal penting di dalam universitas.

Indra Bangsawan menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada rapat koordinasi lebih karena posisi BEM-U sudah final. Terhitung sejak 20 Juli 2018, jalannya student government diserahkan ke wakil rektor III, Taufik Kasturi, setelah pelaksanaan sidang umum tidak membuahkan hasil. “Tidak ada langkah-langkah dari wakil rektor III, semua diam,” tuturnya pada Kamis (1/11/2018).

Indra juga menyampaikan salah satu dampak dari  kekosongan ini adalah koordinasi antara universitas dengan fakultas dari segi birokrasi kampus maupun kemahasiswaan menjadi amburadul.  Ia merasa jika di tingkat universitas ini seakan-akan tidak ada yang menaungi kehidupan mahasiswa. “Harapannya kejadian ini tidak berlangsung lebih lama lagi,” ujarnya.

Ketua Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa), Iqbal Nurii Anam menuntut adanya kejelasan tujuan dari usaha yang dilakukan paslon tadi. Ia mengaku kekosongan jabatan di tahun ini tidak memberikan pengaruh yang besar bagi jalannya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Fungsi BEM diluruskan kembali lah, soalnya ada atau enggaknya tidak ada untung rugi bagi UKM,” ungkapnya, Jumat (2/11/2018).

Reporter: Earlene

Editor: Afitasari M

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here