FKIP UMS: Inovasi Sistem Skripsi Tanpa Melalui Pendadaran

0
676

UMS, pabelan-online.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) memberi inovasi bagi sistem skripsi, yakni berbasis luaran berupa jurnal publikasi. Inovasi sistem ini memfasilitasi mahasiswa menjalani skripsi tanpa melalui ujian pendadaran. Hal tersebut hanya berlaku bagi mahasiswa yang luaran skripsinya berhasil dimuat dalam portal Science and Technology Index (SINTA) kategori 1 atau 2.

Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Harun Joko Prayitno mengungkapkan, terkait munculnya inovasi mengenai sistem skripsi. Inovasi yang ditawarkan ialah skripsi berbasis luaran yang berupa jurnal publikasi. Mahasiswa yang mampu melakukan publikasi ini nantinya tidak perlu melalui ujian pendadaran dan langsung mendapat nilai A. Namun dengan syarat, publikasi tersebut dimuat di portal Science and Technology Index (SINTA) kategori 1 atau 2.

Kebijakan baru tersebut mengikuti tren perkembangan perguruan tinggi maju saat ini. Menurut Harun, regulasi di perguruan tinggi yang sudah maju, basic-nya sudah publikasi.  “Kalau mahasiswa bisa seperti itu (publikasi –red) bagus, berarti kecerdasannya hampir setara dosen. Karena anak muda lebih cerdas sebenarnya, tho,” jelasnya pada tim Pabelan Online, Jumat (22/02/2019).

Kebijakan skripsi tanpa pendadaran ini telah diedarkan melalui surat edaran. Dilansir dari instagram @umsurakarta.official, surat edaran mengacu pada Surat Keputusan Rektor nomor 155/II/2017 tentang Pembimbingan Tugas Akhir atau Skripsi, Tesis, dan Disertasi pada Pasal 1 yang berbunyi: “Tugas akhir bagi mahasiswa Strata-1 (S1) berupa skripsi dengan luaran wajib artikel publikasi ilmiah hasil penelitian atau perancangan atau pemagangan atau pengembangan bisnis.”

Dengan sistem skripsi tanpa pendadaran ini, Harun berharap dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk melakukan publikasi. Kebijakan baru tersebut bisa menjadi alternatif apabila mahasiswa tidak ingin melalui pendadaran. Namun tentu tak melenyapkan sistem skripsi yang telah ada sejak lama, yaitu melewati ujian pendadaran. “Boleh tidak pendadaran apabila sudah melakukan publikasi dan termuat di jurnal SINTA,” tandasnya.

Salah satu mahasiswi FKIP UMS, Nova Setya Mahanani berpendapat bahwa adanya sistem skripsi tanpa pendadaran ini merupakan inovasi yang bagus. Sehingga mahasiswa yang tidak ingin merasakan gregetnya sidang bisa lebih fokus untuk membuat publikasi sebaik mungkin. “Mahasiswa yang bisa menerbitkan jurnal publikasinya apalagi sampai SINTA kan nilainya udah pasti A,” ujarnya, Jumat (22/02/2019).

Menurut mahasiswi yang biasa disebut Nova ini, dengan adanya sistem skripsi tanpa pendadaran, tidak perlu repot mencari dosen penguji dan tanda tangan. Namun, itu memakan waktu sekitar dua bulan untuk memutuskan apakah jurnal publikasi itu dapat diterima atau tidak. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri bagi mahasiswa yang ingin segera lulus, karena masih harus menunggu ketidakpastian mengenai jurnal publikasinya.

 

Reporter         : Rifqah

Editor              : Annisavira P