Perdana Ikut Lomba, Mahasiswa FKI UMS Raih Gelar Juara

0
123

UMS, pabelan-online.com Meski baru pertama kalinya mengikuti lomba, mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses raih juara ketiga kompetisi nasional untuk kategori CORSET dalam ajang Pure Competition 2019 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (04/03/2019).

Kian hari, mahasiswa UMS semakin giat mengukir prestasi di kancah nasional. Di pekan pertama bulan Maret, sebuah tim yang beranggotakan empat mahasiswa FKI UMS berhasil meraih juara tiga untuk kategori Corporate Social Responsibility (CORSET) dalam ajang Pure Competition 2019, yang diselenggarakan di UKSW.

Anggota tim yang terdiri dari Banu Adzkar, Rizqy Diah, Shavira Luh Nadila, dan Vania Alayda Rahma, merupakan mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi UMS. Keempatnya berkontribusi besar dengan bakatnya masing-masing dalam perolehan juara. Vania menyebutkan, kompetisi yang diikuti oleh 23 tim peserta universitas lain itu menjadi pengalaman perdana mengikuti kompetisi bagi keempat anggota tim.

Awal pembentukan tim tentunya tidak berdasarkan proses yang sepele dan asal pilih, namun melalui serangkaian penilaian dan pengamatan dosen pembimbing FKI, Pundra Rengga Andhita. Menurut pengamatan Pundra, tidaklah mudah mempersiapkan sebuah kompetisi, terlebih bagi tim yang baru pertama kali mengikuti.

Ia tegas mewanti-wanti dari awal bahwa tim perlu berusaha keras untuk menghadapi kompetisi ini. “Yang saya coba bagikan untuk mereka adalah pengalaman saya, baik ketika menjadi humas maupun jurnalis,” ujar Pundra, Selasa (12/03/2019).

Tak ketinggalan, dosen Ilmu Komunikasi tersebut pun mengungkap bahwa dukungan dari universitas, terlebih fakultas sendiri, sangat berperan dalam memotivasi anggota tim untuk menjuarai kompetisi. Pengarahan dan pelatihan dari instruktur yang ditugaskan secara khusus, penyediaan alat penunjang dan ruangan untuk berlatih, dan dana akomodasi selama persiapan. Itulah sederet fasilitas yang dikerahkan fakultas untuk anggota tim.

Namun menurut Vania, keterbatasan waktu pemakaian fasilitas menjadi salah satu kendala dalam melakukan berbagai persiapan.

Baca Juga: Pemilu 2019 Dinilai Kompleks dan Eksperimental

Di samping itu, mereka hanya memiliki waktu berlatih tiga sampai empat minggu. Sementara ada anggota tim yang masih berlibur di kampung halaman, turut menghambat jalannya persiapan. “Paling terasa terbatasnya waktu peminjaman ruangan, sih. Di samping itu kita juga butuh LCD (Liquid Crystal Display atau proyektor -red) untuk latihan, tetapi waktunya terbatas,” tutur Vania, Selasa (12/03/2019).

Meskipun berbekal persiapan yang serba terbatas, namun usaha keempat anggota tim kini terbayar sudah. Tim yang terbentuk sebulan sebelum kompetisi tersebut terselenggara, akhirnya berhasil menyabet gelar juara. “Ya, intinya kami senang bisa dapat juara,” ungkap Vania haru, perihal kemenangan yang mereka raih.

Reporter          : Mg_Akhdan, Mg_Sifa, Mg_Vanza

Editor              : Rifqah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here