Kecurangan yang Tak Bisa Ditoleransi

0
80

Baru-baru ini telah kita dengar kabar tertangkapnya mahasiswa joki Baitul Arqam yang dibayar 400 ribu rupiah tiap kali melakukan aksinya. Mengingat, jika dulu ada joki saat ujian Penerimaan Mahasiswa Baru di One Day Service, sekarang bahkan ada pula joki untuk Baitul Arqam. Entah apa yang ada di benak mereka yang terlibat dalam perjokian. Apakah tak tahan menjalani proses, sehingga ingin langsung terima hasil saja? Sepertinya masih banyak manusia yang menginginkan hasil instan seperti ini, tanpa mau berproses. Bagai menyerah sebelum berperang.

Motif sekumpulan orang-orang yang melakukan tindakan perjokian ini tentu bermacam-macam. Namun dibalik itu, pasti sebelumnya mereka telah melihat celah atau kesempatan. Belum diketahui bagaimana kronologi kedua joki ini bisa tertangkap. Namun beruntungnya tindakan ini cepat terdeteksi, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Sebagaimana diketahui, dulu Baitul Arqam belum terlalu memerhatikan detail registrasi ulang pada peserta. Hanya disuruh membawa KTM dan foto, tapi belum tentu semua dipertunjukkan. Setelah adanya insiden ini, pihak Baitul Arqam pun makin was-was dan meningkatkan pengawasannya. Maka sudah sepantasnya hal sepele namun penting itu lebih diperhatikan, supaya perjokian benar-benar terhenti.

Bagi mahasiswa yang menyediakan jasa joki, tentu enak-enak saja. Bagaimana tidak? Makan disediakan dari pondok, bahkan masih memperoleh bayaran. Tapi dampaknya bagi pemakai jasa joki, nilai yang diperolehnya kelak bukanlah murni hasilnya. Bagaikan tidak melakukan ujian, tapi nilainya keluar. Hal seperti itu tentu merupakan sebuah tindakan kecurangan yang tidak bisa ditoleransi.

Dengan adanya insiden seperti ini, Baitul Arqam diharapkan lebih mengetatkan lagi pengawasan terhadap para santrinya. Dan semoga menjadi pelajaran juga untuk semua pihak agar lebih bertanggungjawab terhadap tindakan masing-masing. Pengadaan sanksi berupa auto tidak lulus Baitul Arqam bagi pelaku joki merupakan tindakan yang tegas juga adil, supaya pelaku kapok melakukan kecurangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here