Mahasiswa Tak Lulus UKMPPG, FKIP UMS: Masih Ada Ujian Ulang

0
424

UMS, pabelan-online.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan ujian ulang untuk Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG).

Selaku Ketua Pelaksana, Zuhriyah mengungkapkan, bahwa ujian ulang UKMPPG diadakan pada bulan Januari lalu. Ujian ulang ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak lulus Uji Kompetensi tahun lalu.

Ada dua uji kompetensi yang dilakukan, yaitu uji pengetahuan dan Uji Kinerja (UKin). Untuk uji pengetahuan, dilakukan secara online dan diawasi oleh penyelenggara dari Jakarta. Sementara UKin tidak ada pengulangan ujian. “Kebetulan yang UKin kita tidak ada yang mengulang, jadi yang ujian ulang itu hanya uji pengetahuan saja,” ujarnya saat ditemui tim Pabelan Online, Kamis (21/03/2019).

Sementara itu Kepala Laboratorium Komputer, Jan Wantoro menjelaskan, dari 52 mahasiswa yang mengikuti UKMPPG prajabatan angkatan pertama 2018, hanya lima mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus. Namun, PPG dalam jabatan angkatan pertama dan kedua 2018 terdapat 96 mahasiswa tidak lulus. “Kemudian pada Januari 2019, yang tidak lulus tadi itu ikut ujian ulang,” ungkapnya, Kamis (28/03/2019).

Zuhriyah menjelaskan, bahwa pelaksanaan PPG terkendala dengan pilihan dosen pembimbing yang terbatas. Kendala tersebut terjadi karena pelaksanaan PPG yang bersamaan dengan akreditasi tujuh program studi (Prodi) di FKIP. “Dosen yang berkualifikasi maupun dosen yang masih muda sedang fokus untuk menyiapkan akreditasi, jadi dalam pelaksanaan PPG itu juga agak kedodoran untuk memasang dosen pengampunya,” bebernya.

Salah satu mahasiswa PPG, Eriana mengungkapkan, mahasiswa yang mengikuti UKMPPG ini saling bekerja sama dalam belajar dan tidak ada persaingan antara mahasiswa satu dengan yang  lain. “Kita disini tidak ada kompetisi, ya kekeluargaan lah,” ungkapnya, Jumat (29/03/2019).

Menurutnya, kesan mengikuti UKMPPG sangat menyenangkan, namun juga sangat melelahkan. Kegiatannya terlalu lama, serta tidak diperbolehkan untuk izin sama sekali. “Menyenangkan tapi capek, terlalu lama, sampai sore terus setiap hari,” tuturnya.

Reporter         :  Badrotun Nikmah, Secoundio Rabbanissa Asmoro, dan Devi Wijayanti

Editor             : Widia Arum Pratiwi dan Ani Sariski