Dosen Pembimbing Akademik Perlu Segera Ditetapkan

0
76

Ketika pertama kali masuk kuliah, mahasiswa biasanya telah mendapat dosen Pembimbing Akademik (PA) masing-masing, ditentukan oleh pihak kampus. PA sendiri sudah seperti sosok orangtua yang mendampingi mahasiswa sejak awal masuk kuliah hingga nanti lulus. Karena tugasnya mendampingi mahasiswa, PA lumrahnya tidak akan ganti dan tetap sampai nanti mahasiswa dinyatakan lulus. Namun di Fakultas Farmasi (FF) UMS ternyata ada yang PA-nya berganti-ganti, bahkan tiga kali.

Apa boleh buat, ternyata disebabkan jumlah dosen yang kurang. Sehingga, satu dosen bisa mengampu hingga 40 mahasiswa untuk dibimbing akademiknya. Entah bagaimana di fakultas lain, namun 40 mahasiswa diampu satu dosen tentu tidaklah sedikit. Mengingat fungsi pembimbing akademik sangat penting dan tak tergantikan, bisakah fungsi PA berjalan bila mahasiswa yang diampu berjumlah sangat banyak?

Hal ini tentu menjadi momok yang tak hanya dirasakan dosen pengampu, namun juga mahasiswa. Mahasiswa khawatir, dosen pembimbing yang terus berganti tiap tahun, tidak perhatian dengan perkembangan akademiknya. Karena tidak membersamai dari awal, dosen pembimbing akademik hanya bisa mengontrol dari nilai-nilai yang diperoleh mahasiswa di kartu hasil studi (KHS), tanpa tahu perjuangan apa yang telah dilakukan mahasiswanya. Mahasiswa pun menjadi bingung, akan terbuka atau tidak, karena dosennya baru kali ini mengampunya.

Satu dosen yang mengampu mahasiswa sebanyak 40, tentu bukan hal mudah. Belum lagi membagi fokus kepada hal-hal lain yang mesti diurusi. Jika dilogika, bila keadaannya seperti ini, fungsi tidak bisa seratus persen berjalan. Namun, pelaksanaan sepenuhnya kembali lagi pada dosen itu sendiri.

Mahasiswa yang PA-nya berganti hingga tiga kali, seolah dioper dan tak punya dosen tetap. Tiap tahun bertanya-tanya apakah akan dioper lagi ke dosen lain, sehingga terkadang menghambat proses ketika hendak konsultasi mengisi kartu rencana studi. Sebenarnya solusi yang bisa ditawarkan hanya satu, yaitu penetapan dosen pembimbing akademik sehingga tak ada lagi yang namanya oper-operan ke dosen yang lain. Juga dengan adanya penetapan dosen mungkin tidak akan menimbulkan keluhan kebingungan dan keresahan dari mahasiswa. Selain itu, penambahan jumlah dosen dirasa perlu agar mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa. Sebagaimana tertulis di berita, sebelumnya FF UMS juga pernah mengeluhkan jumlah dosen yang sedikit. Sudah mengajukan ke rektorat, namun belum ada hasil. Semoga kelak dari permasalahan ini akan segera menemui titik terangnya, baik kebutuhan mahasiswa maupun dosen bisa segera tertangani, juga fungsi PA bisa terus berjalan sebagaimana seharusnya.