Harga Pagu Melonjak, BAU Tak Bisa Pastikan Kapan Sarpras Akan Dicairkan

0
344

UMS, pabelan-online.com  – Sudah lama sejak Badan Administrasi Umum (BAU) meminta setiap Unit Kegiatan Mahasiswa membuat list sarana dan prasarana (sarpras) yang diperlukan. Namun hingga berita ini terbit, BAU belum dapat memberi kepastian kapan pencairan dilakukan.

Saat ditemui di ruangannya, Kepala Badan Administrasi Umum (BAU), M. Nafi’ menjelaskan, harga pagu dari tahun 2018 ke 2019 mengalami lonjakan, sehingga BAU sebagai eksekutor (pelaksana-red) tak dapat mengeksekusi kebutuhan sarpras Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam waktu dekat.

Dikutip dari mediabpr.com, harga pagu ialah harga tertinggi barang atau jasa yang ditetapkan oleh pemerintah, sebagai suatu kebijakan ekonomi, umumnya dilakukan dalam kondisi darurat.

Mengenai keperluan sarpras UKM yang belum cair hingga kini, Nafi’ mengaku belum dapat menyebutkan kapan pastinya. Pasalnya, BAU perlu menyampaikan lebih dulu terkait hal ini pada Wakil Rektor (WR) V Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Alurnya nanti kami melapor ke WR V, kemudian WR V nanti mengkoordinasikan dengan WR III,” tandasnya.

Nafi’ lalu mengatakan, sebelum mengajukan keperluan sarpras, baiknya perlu ada koordinasi antara setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa). Sementara BAU hanya berhak merealisasikan pengadaan sarana dan prasarana.

“Administrasi pengadaan barang itu di BAU, nanti pembayarannya di Biro Keuangan,” tukasnya, Jumat (3/5/2019).

Baca Juga Atap Bocor Usik Aktivitas Mahasiswa FEB UMS

Eko Liana, selaku Kepala Bagan Rumah Tangga dan Perbekalan BAU, mengungkap alasan dibalik pengajuan sarpras UKM yang tak kunjung cair. Masalah utamanya ialah dana yang tidak mencukupi.

“Solusinya, kami (BAU-red) hitung ulang berapa selisih kenaikan harga pagu, nanti kami sampaikan ke WR V,” ujarnya saat ditemui tim Pabelan Online, Jumat (3/5/2019).

Mengenai batasan dalam pencairan, Eko menyebutkan, daftar sarpras yang dibutuhkan masing-masing UKM sebisa mungkin tak ada yang tak dicairkan.

“Daftar yang disampaikan ke kami untuk eksekusi ya semuanya, kami tidak menghalangi,” timpalnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum UKM Mahasiswa Pecinta Alquran (MPQ), Riza Umami Masruroh mengatakan, setiap UKM mendapatkan dana dari rektorat dan telah ada alokasi tersendiri.

Mengenai kebutuhan sarpras, MPQ mengajukan LCD. “MPQ kan lembaga dakwah, sering mengadakan kajian sehingga LCD itu sangat perlu,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Umami ini, Senin (29/4/2019).

Biasanya, pihak MPQ akan dikabari terkait persetujuan inventaris. Namun, hingga kini pihak MPQ belum mendapat kabar apapun.

 

Reporter         : Widia Arum Pratiwi dan Shaffira Nur Fauziah

Editor              : Annisavira Pratiwi