Fasilitas Penunjang Kantin FT UMS Minim, BAU: Akan Kami Selesaikan

0
133

UMS, pabelan-online.com    Fasilitas Kantin Terpadu dan eks Kantin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kurang maksimal untuk digunakan. Menanggapi hal tersebut, pihak Biro Admininstrasi Umum (BAU) berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Keberadaan sarana dan prasarana merupakan hal yang cukup vital dalam sebuah institusi. Kantin Terpadu yang terbilang cukup baru masih memiliki beberapa permasalahan. Nihilnya fasilitas penerangan di kamar mandi, serta kurangnya kebersihan kantin membuat pengunjung merasa tidak nyaman.

Hal tersebut sempat dikeluhkan oleh Agus Wahyudi, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Psikologi UMS. Lantaran kamar mandi sebelah timur Kantin Terpadu kotor,  ia terpaksa harus menggunakan kamar mandi di Gedung FT yang jaraknya lebih jauh.

“Semisal mau ke kamar mandi, sebelumnya harus lari ke sana (Gedung FT-red), tapi saya lihat minggu ini kamar mandi sudah bersih jadi sudah merasa nyaman,” ungkap Agus, Jumat (05/07/2019).

Mahasiswa yang tengah menempuh studi S2 ini juga berharap adanya akses yang lebih mudah untuk menuju kantin. ”Yang jelas kebersihan harus dijaga setiap harinya, dan tolong kasih jalan dari parkiran menuju kantin agar tidak memutar karena ada pembatas,” pungkasnya.

Baca juga : Rencana Bangun Tempat Diskusi di Eks Kantin, WD II FT UMS: Belum Direalisasi BAU

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Nafi’, selaku Kepala BAU mengakui bahwa sebenarnya pembangunan kamar mandi di dekat kantin Terpadu merupakan hal yang tidak direncanakan. “Seiring berjalannya waktu, nampaknya memang dibutuhkan kamar mandi,” tutur Nafi’, Rabu (03/07/2019).

Namun ia menjelaskan, anggaran pembangunan yang dimiliki masih terbatas dan kini dalam upaya untuk diselesaikan. Ia juga menambahkan, telah ada koordinator yang bertanggungjawab serta mengkoordinir kebersihan kantin.

Sementara itu, Eko Liana selaku Kabag Rumah Tangga BAU memberi klarifikasi terkait pernyataan Wakil Dekan (WD) II FT. Eko merasa belum menerima Surat Perintah Kerja (SPK) dari WD II terkait penambahan meja dan kursi yang rencananya akan digunakan sebagai tempat diskusi mahasiswa.

“Sampai saat ini belum, saya belum menerima,” tandas Eko, Rabu (03/07/2019).

Reporter : Arsy Candra Prabowo

Editor    : Ani Sariski