Tak Lagi Kosong, BEM UMS Kini Telah Terbentuk

0
298

UMS, pabelan-online.com –Pasangan Presiden dan Wakil Presiden BEM UMS akan membentuk kepengurusan BEM untuk menjalankan tugas pemerintahan yang selama ini kosong.

Kongres mahasiswa yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, telah memilih dua nama sebagai pasangan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma). Selaku Presiden Mahasiswa BEM UMS terpilih, Danang Maulana dari Fakultas Geografi menuturkan bahwa dalam kongres tersebut, ia dan wakilnya merupakan calon tunggal yang ditentukan melalui musyawarah forum.

Salah satu mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Arsitektur, Ribay mengharapkan dengan kembali terbentuknya kepengurusan BEM UMS yang baru bisa membawa UMS menjadi lebih baik.

Ribay berharap BEM UMS kali ini mampu menjadi “tangan panjang” mahasiswa dalam keperluan di lingkungan kampus, terutama yang menyangkut dengan birokrat kampus. “Lebih giat lagilah dalam membersamai mahasiswa UMS,” ujar Ribay (2/7/2019)

Danang Maulana dan wakilnya, Resky Gustiandi yang berasal dari Fakultas Hukum, mengaku akan segera membentuk struktur kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS yang dicalonkan berbagai gubernur dari tiap fakultas. Ia berharap kabinet yang ada nanti adalah representasi dari seluruh fakultas.

Baca Juga Mahasiswa PTI UMS Sabet Juara II Geographic Media Competition

Mengenai pemilihan kepengurusan kabinetnya, Danang menerangkan hal tersebut hak prerogatif presiden. Ia akan segera menghubungi tiap gubernur fakultas dan meminta nama-nama yang dicalonkan oleh masing-masing gubernur. “Satu minggu ini kita dalam proses merangkul semua pihak,” tutur Danang (2/7/2019).

Ia menambahkan, visi dan misi yang akan dibawanya adalah mengembalikan lingkungan pemerintahan kampus yang bisa memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa. “Untuk langkah pertama yang akan diambil oleh Kabinet Responsif adalah pemulihan nama baik BEM UMS di luar maupun dalam kampus,” ujar Danang.

Ia mengatakan akan segera menyusun persiapan penyambutan mahasiswa baru, yang menurutnya merupakan garapan langsung menyentuh ranah mahasiswa.

 

Reporter              : Naufal Abdurrahman Musa

Editor                    : Annisavira Pratiwi