Beasiswa KIP Kuliah Bidik Dua Juta Mahasiswa Fakultas Teknik

0
294

Beasiswa Bidikmisi akan diperluas menjadi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan dua juta mahasiswa akan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah hingga 2024.

Dilansir dari medcom.id, pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,2 Triliun per tahun untuk membiayai perluasan cakupan program beasiswa di jenjang pendidikan tinggi. Siswa SMA/SMK yang memiliki KIP akan dibiayai, asalkan status yang bersangkutan telah diterima di perguruan tinggi.

“Bukan punya KIP bisa langsung kuliah. Kalau dia diterima di kuliah, baru akan kita biayai. Berlaku bagi yang diterima di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta),” jelas Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Mendikbud), Mohamad Nasir, Senin (22/07/2019).

Nasir mengatakan, per mahasiswa penerima KIP Kuliah akan mendapat beasiswa sebesar Rp 780 ribu. KIP Kuliah ini merupakan gabungan program beasiswa Bidikmisi dan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).

Baca Juga Berbenturan Jadwal Akreditasi, Ujian Akhir Semester FIK UMS Maju Satu Minggu

Sementara itu, untuk model pemberian akan disamakan dengan skema Bidikmisi. “Saya usulkan sama, mudah-mudahan hasilnya sama. Nanti saya laporkan ke Menko PMK ( Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan-red),” tuturnya saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah.

Nasir juga menyatakan, nantinya kuota yang disediakan akan bertambah secara bertahap sesuai dengan keputusan dalam ratas (rapat terbatas). Bila target di tahun 2019 ada 130 ribu mahasiswa penerima KIP Kuliah, di tahun 2020 kelak ditargetkan meningkat menjadi 400 ribu penerima beasiswa KIP Kuliah.

Namun, Nasir menegaskan bahwa penerima KIP Kuliah haruslah merupakan mahasiswa yang program studinya (prodi) berbau industri. “Nanti menghasilkan sarjana-sarjana yang sesuai untuk kebutuhan industri. Maka sarjana-sarjana, diplomat-diplomat harus dapat sertifikasi,” pungkasnya.

 

Reporter         : Rifqah

Editor             : Annisavira Pratiwi