Presiden Mahasiswa FH UMS: Proses Salah, Apalagi Struktur

0
357

UMS, Pabelan-Online.com – BEM UMS gunakan open recruitment sebagai salah satu jalur perekrutan struktur. Di sisi lain, Senat Fakultas Hukum (FH) UMS menilai dari proses berjalannya kongres hingga pembentukan struktur BEM-U menyalahi aturan.

Dalam membentuk struktur kabinet, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (BEM UMS) menggunakan jalur open recruitment sebagai salah satu sistem perekrutan. Open recruitment bertujuan memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk bergabung dan berkontribusi dalam BEM UMS.

“Ada sekitar 150 mahasiswa yang mendaftar, padahal yang kita butuhkan cuma 30 mahasiswa saja,” kata Danang Maulana Arif Saputra, Presiden BEM UMS, Jumat (26/07/2019).

Rekrutmen dibuka setelah Danang memilih sejumlah mahasiswa untuk mengisi jabatan menteri. Mahasiswa yang ditunjuk Danang ini asalnya dari yang memberi dia mandat untuk mencalonkan diri menjadi presiden BEM saat Kongres Student Government sebulan lalu.

Menteri-menterinya ini diberi hak oleh Danang untuk merekrut serta menguji mahasiswa yang mengikuti open recruitment sesuai kementerian yang dipilih.

Menanggapi sistem rekrutmen terbuka tersebut, Presiden Mahasiswa Fakultas Hukum, Mohammad Reynaldi Syahputra, justru menolak apapun hasil Kongres Student Government. Ia merasa pembentukan kongres tersebut inkonstitusional (tidak berdasarkan konstitusi atau undang-undang dasar-red).

Sebab menurutnya saat kongres berjalan, AD/ART KAMA tidak dibahas secara matang. “Landasan yang sudah disepakati, harusnya dijalankan, tapi ini (landasan-red) malah seakan dimentahkan,” tuturnya, Senin (29/07/2019).

Reynaldi berkesimpulan, kongres Student Government yang terselenggara cenderung tergesa-gesa dan tidak berniat untuk memperbaiki apapun. Namun berkaca pada pemerintahan mahasiswa UMS yang sempat vakum, ia berpikir struktur AD/ART harus diperbaiki.

“Proses yang salah, apa tidak memungkinkan struktur juga salah,” tukasnya.

 Baca Juga Selain Rangkap Jabatan, Mantan Menlu BEM UMS Juga Soroti Kejanggalan Kongres Student Government

Reporter           : Rio Novianto

Editor               : Annisavira Pratiwi