Riuh Tagar #KosongkanKelas, Aliansi Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD Surakarta

0
190

UMS, pabelan-online.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Aliansi Bengawan Melawan melakukan unjuk rasa pada hari ini, Selasa (24/9/2019) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta.

Mahasiswa UMS terbagi dalam dua kelompok yakni mahasiswa kampus satu dan kampus dua. Kelompok pertama diisi mahasiswa dari beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Hukum (FH), Fakultas Geografi (FG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), disusul Fakultas Farmasi (FF).

Kelompok pertama mulanya berkumpul di halaman Fakultas Hukum UMS sekitar pukul 08.00 WIB. Kelompok kedua, yang pada malam sebelum aksi telah menyepakati hasil konsolidasi antar gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) dan BEM Universitas (BEM-U) berangkat serentak pada waktu yang sama.

Mayoritas kelompok kedua ini diisi fakultas yang berada di kampus dua, diantaranya Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Komunikasi (FKI), Fakultas Psikologi (FP), bahkan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Selanjutnya, kedua kelompok yang tergabung dalam Aliansi Bengawan Melawan ini bertemu di kampus empat UMS untuk saling merapat barisan dan berdoa untuk kelancaran aksi. Para peserta aksi ini juga diingatkan untuk tetap fokus dengan tujuan aksi.

Mahasiswa UMS yang mengikuti aksi dapat ditandai dari almamater dan setelan baju hitam dilengkapi pita yang jua hitam. Hingga sekitar pukul 09.00, peserta melakukan long march menuju lapangan desa Blulukan.

Salah satu Kordinator Lapangan (Korlap) kampus dua, Fauzan Naru dengan semangat menyerukan kata-kata melalui pengeras suara agar mahasiswa tetap fokus pada tujuan. “Kita aliansi mahasiswa UMS tetap fokus tujuan awal satu komando, jangan sampai terprovokasi,” ujarnya, Selasa (24/9/2019).

Sepanjang jalan long march, diisi orasi-orasi menentang kebijakan revisi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Massa aksi bahkan membawa poster-poster berisi kritikan untuk pemerintah yang saat ini dianggap tidak mengamalkan sila kelima Pancasila.

Hingga sekitar pukul 11.00, aliansi mahasiswa UMS tiba di depan gedung DPRD Surakarta dan bersatu bersama aliansi mahasiswa Solo dan sekitarnya. Tak gentar terik panas matahari, mahasiswa yang termasuk dalam Aliansi Bengawan Melawan berorasi menuntut agar diperbolehkan masuk kantor DPRD untuk konsolidasi.

Salah satu mahasiswa unjuk rasa, Aulia Putri, mahasiswa baru Universitas Setia Budi menuliskan poster yang mengkritik bahwa UU KPK yang direvisi berakibat akan pelemahan KPK. Dirinya juga mengatakan mengikuti unjuk rasa ini murni niat pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun.

“Kita kosongkan kelas, tunjukkan aksi nyata mahasiswa bersatu tak bisa dikalahkan, hidup perjuangan,” ucapnya penuh semangat, Selasa (2/9/2019).

Reporter     : M. Sukma Aji  

Editor         : Annisavira Pratiwi