Tantangan Masa Depan Kian Berkembang, Pemuda Islam Dituntut Mampu Teguhkan Keimanan

0
107

UMS, pabelan-online.com – Pemuda Islam dalam menghadapi zaman yang kian berkembang, tak dipungkiri akan menemukan tantangan yang kian kompleks pula. Dalam menyikapinya, selain harus melek permasalahan, pemuda dituntut untuk meningkatkan keimanan.

Bicara soal remaja di zaman sekarang, akan berbeda bila dibandingkan dengan zaman remaja dahulu. Baik dari segi lifestyle, maupun tantangan, zaman terus berkembang mengikuti perubahan dan arus globalisasi. Tak dapat dipungkiri, hal ini memaksa manusia siap beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Para remaja, sebagai generasi pemuda penerus masa depan diharap mampu untuk menghadapi tantangan yang kian bervariasi di tiap generasi.

Generasi pemuda zaman now dituntut mampu meneguhkan semangat keislaman yang terlihat memudar, kata Ramhat Rusma Pratama dalam Seminar Milad Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Meski tak dijelaskan tantangan macam apa yang akan dihadapi, ia mengingatkan agar kawula muda sadar pentingnya arti semangat keislaman. “Kesadaran penting bagi remaja saat ini, karena meneguhkan semangat keislaman sangatlah sulit,” ujarnya, Jumat (18/10/2019).

Baca juga Imam: Kompetitif di Tengah Kesibukan Menjadi Mahasiswa

Sebagaimana Ramhat, Beni Bagus Saputra sebagai pembicara kedua pun berulang kali mengucap bahwa tantangan yang akan dihadapi pemuda di masa depan akan semakin kompleks. Menyikapi hal itu, penting bagi remaja untuk menambah keimanan dari saat ini. Dengan harapan, ketakwaan tidak berkurang, justru makin bertambah. Hal itu Beni sampaikan agar mencegah perilaku terlampau bebas dan tidak terkontrol pada remaja. “Keimanan menentukan bagaimana ketakwaan remaja zaman sekarang, dapat dilihat dari bagaimana caranya menjaga keimanan,” papar Beni.

Lalu sebenarnya, dengan cara apa pemuda dapat meningkatkan keimanannya? Penjelasan terkait hal ini dibahas oleh pembicara lain, Rendi Handoko, dalam acara yang sama. Salah satunya dengan mendewasakan pemikiran dengan diimbangi kesalehan. Kriteria kesalehan, dapat dilihat dari cara interaksi remaja dengan sebayanya dan menunjukkan tolak ukur pergaulan berada dalam lingkup seperti apa. Rendi menceritakan betapa mengkhawatirkannya pergaulan zaman sekarang.

“Pergaulan penting, namun jangan sampai salah bergaul,” tukasnya. Ia ingin remaja sekarang  tetap menjaga kesalehan, walaupun bergaul dengan berbagai macam teman. Bahkan perlu menularkan kesalehan yang dimiliki pada teman sepergaulan.

Kedekatan topik dengan penggambaran keadaan remaja zaman sekarang, membuat salah satu peserta seminar tertarik menyimak. “Pembicaranya juga humoris dalam penyampaian materi,” kata Abrar, peserta seminar Milad HES. Senada dengan peserta,  Syahril Sidiq, selaku Ketua Panitia Seminar, berkata tema yang dibawakan ditujukan untuk meningkatkan keimanan remaja. Konsep para pembicara dalam menyampaikan materi berdampak bagi peserta, sehingga peserta turut aktif berinteraksi dengan pembicara.

 

Reporter            : Bintang Ibnu Yan Kanapi, Angga Adetya Pradana

Editor                  : Annisavira Pratiwi