Bandungan Kekeringan, Mahasiswa UMS Turun Tangan

0
166

UMS, pabelan-online.com – Musim kemarau panjang identik dengan kekeringan. Desa Bandungan, Klaten adalah salah satu daerah yang dilanda kekeringan. Peduli kondisi itu, Aliansi Mahasiswa Pendidikan Geografi UMS lakukan dropping air bersih dengan 20 tanki air.

Tanggal 27 Oktober 2019, Aliansi Mahasiswa Pendidikan Geografi UMS mengadakan kegiatan dropping air bersih di Desa Bandungan, Jatinom, Klaten. Aliansi Mahasiswa ini terdiri dari mahasiswa Pendidikan Geografi lintas angkatan, mulai dari angkatan 2016 hingga angkatan 2019.

Dilatarbelakangi rasa kepedulian mahasiswa terhadap musim kemarau panjang yang menyebabkan banyak daerah kekeringan, kegiatan ini sekaligus bertujuan menyambung tali silaturahmi kepada masyarakat.

Firdha Abdullah Ali, selaku koordinator acara dropping air bersih menjelaskan, penyaluran air difokuskan di enam sumur tadah hujan di Desa Bandungan, yang sama sekali belum terjamah air bersih. Total keseluruhan terdapat 19 titik penyaluran air bersih di Desa Bandungan dengan 20 tanki air.

Firdha juga menambahkan, masyarakat Desa Bandungan sulit mendapat air bersih karena sumber air sudah mulai kering. Bahkan, tanki air harus antri karena banyaknya kebutuhan air di daerah Klaten.

Baca Juga Mahasiswa Parkir Sembarangan, Akses ke Area Parkiran Terganggu

“Untuk kedepannya kita merencanakan pengeboran sumur di beberapa titik, semoga bisa terealisasikan,” tuturnya, Minggu (27/10/2019).

Ia juga menyayangkan, mayoritas organisasi kampus cenderung kurang dalam hal terjun langsung pada masalah sosial di masyarakat. Ia berharap dengan adanya acara ini bisa menginspirasi banyak pihak, khususnya mahasiswa, serta menjadi pelopor munculnya gerakan lain dalam bidang sosial kemanusiaan.

“Mungkin ini adalah salah satu langkah kecil sebagai manusia, tapi salah satu langkah besar kemanusiaan, yang terpenting adalah niat mau bergerak terlebih dahulu, masalah dana dan lainnya, pasti Tuhan beri jalan,” ujarnya.

Acara ini mendapat respon luar biasa dari banyak pihak, mulai jajaran dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Suyamto, salah satu tokoh masyarakat Desa Bandungan mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang berkontribusi dalam acara dropping air bersih ini.

“Kami pernah menggali sumur di kedalaman 130 meter namun belum tembus air, maka kami berharap kepada mahasiswa Pendidikan Geografi untuk mengaplikasikan ilmunya di desa ini,” terangnya, Minggu (27/10/2019).

Reporter           : Meliana Dyah Pertiwi

Editor               : Annisavira Pratiwi