Sofyan Anif: Nadiem Belum Punya Keahlian dalam Bidang Pendidikan

0
230

UMS, pabelan-online.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi tatanan penting dalam kemajuan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Terlantiknya Kemendikbud pada periode kedua Jokowi menuai beberapa kontroversial. Rektor dan Dosen UMS meragukan kemampuan Mendikbud saat ini di bidang pendidikan.

Nadiem Anwar Makarim yang dilantik menjadi Mendikbud pada kepemimpinan Presiden Jokowi periode kedua ini sangat mencuri perhatian, karena dianggap belum ahli dalam bidang pendidikan.

Terlebih, pada periode kedua ini ada perubahan pada nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Riset. Berdasarkan liputan tribunsolo.com, saat menghadiri acara Dies Natalis UMS Ke-61, Rektor UMS, Sofyan Anif menanggapi dilantiknya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Menurutnya, Nadiem dinilai belum mempunyai keahlian dalam bidang pendidikan.

Pada pemerintahan Jokowi periode kedua ini, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi dipisahkan menjadi Kementerian Riset dan Teknologi berdiri sendiri sedangkan Pendidikan Tinggi bergabung di Kemendikbud.

Adanya pemisahan tersebut, maka tugas besar Mendikbud harus dapat menyatukan Dikti dan Pendidikan Dasar. “Kami tidak mempersoalkan siapa dia, tapi bagaimana pengalamannya dan apa yang dilakukan untuk menyatukan Dikti dan Didas itu,” ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Senada dengan Rektor, Kepala Program Studi Fakultas Hukum (FH), Muchamad Iksan mengungkapkan bahwa latar belakang Nadiem bukan dari bidang pendidikan akan tetapi lebih unggul dalam bidang teknologi dan informasi. Dalam lembaga pendidikan tidak hanya mengajarkan tentang pengetahuan, akan tetapi juga tentang akhlak dan budi pekerti yang tidak dapat diselesaikan dengan teknologi.

Baca Juga Demi Tunggu Raih Akreditasi A, Mahasiswa Fakultas Hukum UMS Harus Rela Tunda Wisuda

“Nadiem selama ini tidak menerjuni bidang itu, sebelum membuat keputusan-keputusan harus bijak, mendalami dunia pendidikan dengan segala karakternya, karena dunia pendidikan itu bukan dunia bisnis,” ungkapnya, Kamis (7/11/2019).

Lain dari tanggapan Iksan, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Harun mengungkapkan bahwa dalam dunia pendidikan ada syarat yang harus dipenuhi yaitu mengelola, mengembangkan, dan memproyeksikan. Untuk dapat memenuhi hal itu didapatkan dari pengalaman mengelola lembaga pendidikan.

“Dari situ akan terlihat kemampuan, tata kelolanya, dan pengembangannya, karena pendidikan itu bukan hanya mengubah untuk mendapatkan pekerjaan tapi pendidikan itu ada penanaman nilai,” ungkapnya, Kamis (7/11/2019).

Menanggapi tanggapan Rektor UMS tentang Kemendikbud, selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH, Mohammad Reynaldi, mengungkapkan bahwa normal apabila ada kekhawatiran dari orang-orang yang bergerak dalam bidang pendidikan.

Kemendikbud periode ini dianggap belum mempunyai basic di dunia pendidikan, dan saat ini ia yang menentukan sistem dan nasib dunia pendidikan untuk lima tahun ke depan. Sementara tugas Mendikbud adalah memimpin dunia pendidikan, juga memimpin para Guru Besar dalam menjalankan tugas untuk kemajuan pendidikan Indonesia. “Hanya saja sekarang pimpinan mereka bukan dari bidang yang sama,” ungkapnya, Jumat (8/11/2019).

Reporter : Widia Arum Pratiwi, Naufal Musa

Editor   : Alvanza Adikara Jagaddhita